< >

'TITIK-TITIK KISAH DI PERJALANANKU' Otobiografi Syafi`i Ma`arif

Rabu, 07 Juni 2006 13:41
Kapanlagi.com - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafi`i Ma`arif di usianya yang ke-71 meluncurkan buku otobiografinya, yang berjudul 'TITIK-TITIK KISAH DI PERJALANANKU.'

Acara peluncuran buku yang digelar di Wisma ANTARA, Jakarta, Selasa itu dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Indonesia antara lain mantan presiden Megawati Soekarnoputri, Taufik Kiemas, Menteri Kehutanan MS Kaban, Menteri Kesehatan Siti Fadillah S, Menteri Perdagangan Mari E Pangestu, Akbar Tandjung, Ketua MA Bagir Manan, Budayawan WS Rendra dan lain-lain.

Dengan didampingi oleh istrinya, Nurchalifah, Syafi`i Ma`arif menyerahkan buku otobiografinya tersebut kepada sejumlah sahabatnya setelah penyanyi Franky Sahilatua membawakan dua buah lagu untuk meramaikan suasana.

Syafi' i Ma' arif yang pada kesempatan itu menyapa para sahabat dalam suasana santai itu mengatakan bahwa sewaktu kecil dia tidak pernah mempunyai banyak angan-angan karena hanyalah seorang anak yang berasal dari kampung kecil di Sumatera. "Listrik bahkan baru masuk ke kampung saya 1,5 tahun lalu, karena sangat terpelosok," katanya.

Pada kesempatan itu sejumlah sahabatnya juga menyampaikan kesan-kesannya atas tokoh Muhammadiyah yang hobi bermain tenis dan bulutangkis itu.

Pengamat ekonomi Faisal Basri misalnya mengatakan bahwa dia khusus mengenakan kemeja putih dan celana hitam sebagai simbol penghormatannya atas prinsip-prinsip yang dipegang oleh Syafi`i Ma`arif.

"Bukan kekayaan materi yang Buya (panggilan akrab Syafi`i Ma`arif - red) wariskan namun kekayaan karakter dan bakat seperti apa yang dia wariskan kepada saya," katanya.

Taufik Kiemas mengatakan, ada tiga hal yang dia kagumi dari pendiri Ma`arif Institute itu. "Pertama, adalah Buya selalu bicara mengenai masalah kebangsaan yang tuntas tidak ada keraguan atau keheranan, kedua dia tidak pernah hanya mengatakan benar adalah benar tapi juga satu kata dan perbuatan," katanya.

Sementara itu yang ketiga, kata dia, Syafi`i Ma`arif adalah seorang pengkritik di waktu suka dan sahabat di waktu duka.

Mengenai hal itu, Faisal Basri menguatkan dengan pernyataan bahwa ketika Megawati kalah dalam pemilihan umum maka Syafi`i Ma`arif adalah orang pertama yang bertandang ke Teuku Umar (kediaman Megawati--red).

Salah satu Ketua PP Muhammadiyah yang hadir dalam kesempatan itu Malik Fadjar mengatakan bahwa otobiografi yang ditulis oleh Syafi`i Ma`arif mungkin adalah otobiografi pemimpin Muhammadiyah yang pertama.

"Sepengetahuan saya susah mencari riwayat hidup orang-orang Muhammadiyah baik yang merupakan biografi atau otobiografi," katanya.

Kardinal Julius Darmaatmadja yang juga berkesempatan menyampaikan kesannya terhadap seorang Syafi`i Ma`arif mengatakan bahwa Syafi`i Ma`arif adalah juga guru baginya.

"Yang penting bagi Syafi`i Ma`arif adalah kita sebagai bangsa Indonesia harus bersatu tapi dia tidak pernah mengatakan, dia hanya menjalankan," ujarnya.

Syafi`i Ma`arif yang malam itu mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna coklat itu selama ini dikenal publik Indonesia sebagai salah seorang tokoh yang menjadi payung intelektual Indonesia.

Sejumlah pemikirannya mengenai kehidupan berbangsa dan dunia Islam telah tertuang dalam berbagai buku yang ditulisnya.

Buku otobiografi setebal 407 halaman yang juga dilengkapi sejumlah foto itu disebut oleh sejumlah sahabat Syafi`i Ma`arif sebagai salah satu penanda kehadiran pria kelahiran Sumpur Kudus Sumatra Barat itu dalam perjalanan Bangsa Indonesia.

"Dia adalah seorang yang bijaksana dan baik sehingga otobiografi yang dia tulis pasti akan banyak memberikan kebajikan kepada kita," kata salah biksu sahabat Syafi`i Ma`arif yang hadir dalam acara itu. (*/erl)