< >

PTPN VII Targetkan Pengolahan Biodesel Pada 2007

Rabu, 07 Juni 2006 14:09
Kapanlagi.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN VII) menargetkan mulai memasuki industri pengolahan bahan energi alternatif berupa biodiesel pada tahun 2007 nanti, sebagai tindaklanjut anjuran pemerintah untuk mengembangkan konversi energi alternatif, kata Direktur Utama PTPN VII, Ir Amri Siregar.

"Mudah-mudahan target kami itu dapat dijalankan mulai tahun 2007 nanti," kata Amri di Bandar Lampung, Rabu.

Menurut Amri, secara minimal kalau tidak digunakan untuk pemasaran umum, hasil produksi biodiesel dari PTPN VII dapat digunakan sendiri untuk bahan bakar pabrik yang mereka kelola.

"Saat ini telah mulai kami gunakan konversi energi alternatif dari BBM biasa kepada biodiesel itu secara bertahap," kata Amri lagi.

Secara detail, Dirut PTPN VII yang memiliki areal di Lampung, Bengkulu, dan Sumsel itu menyebutkan rencana mereka untuk terus meningkatkan laba perusahaan secara berkelanjutan melalui pengembangan bisnis kelapa sawit, pengelolaan pabrik gula dan peningkatan daya saing produk karet dan teh.

Beberapa langkah yang ditempuh, diantaranya pengembangan usaha dengan kerjasama kemitraan strategis, mengusahakan sumberdana keuangan untuk ekspansi, fokus alokasi sumberdaya pada pembangunan daya tumbuh, dan mengembangkan produk dan pasar agar memberikan pertumbuhan keuntungan yang tinggi.

"Strategi korporasi itu didukung dengan strategi bisnis dengan tekad manajemen untuk menghasilkan produk bisnis inti yang mampu bersaing di pasar global dengan menerapkan efektivitas pembiayaan serta membentuk unit bisnis strategis (UBS).

Salah satu wilayah kebun yang menjadi sasaran untuk pengembangan areal perkebunan terpadu adalah unit usaha Betung Bentayan, di Sumatera Selatan.

PTPN VII memiliki areal seluas 149.814 ha, berupa kebun karet seluas 49.515 ha, kebun sawit seluas 71.637 ha, teh seluas 1.196 ha, dan tebu seluas 27.465 ha. Areal tersebut, terbagi pada kebun inti seluas 79.554 ha, kebun plasma seluas 53.107 ha, dan kemitraan seluas 17.152 ha.

Kebun dan fasilitas pabrik maupun sarana pendukung unit usaha PTPN VII itu tersebar 13% di Bengkulu, 33% di Lampung, dan 54% di Sumatera Selatan.

PTPN VII menghasilkan laba bersih (potong pajak) mencapai Rp126,151 miliar pada tahun 2005, meningkat cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya (2004) yang memperoleh keuntungan bersih Rp95,814 miliar. (*/erl)