Pemerintah Akui Sosialisai Flu Burung Belum Optimal

Kapanlagi.com - Pemerintah mengakui kegiatan sosialisasi untuk menyebarluaskan informasi tentang infeksi virus flu burung (Avian Influenza/AI) dan resikonya terhadap kesehatan belum dilakukan secara optimal.

"Yang dilakukan pemerintah sebenarnya memang belum cukup, tapi akan kita giatkan terus," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari di Jakarta, Rabu (07/06).

Ia mengatakan meski ribuan leaflet informasi tentang flu burung telah disebarkan dan iklan layanan masyarakat tentang bahaya flu burung selalu ditayangkan di berbagai media elektronik namun sebagian besar masyarakat belum mengetahui resiko penularan virus flu burung.

Akibatnya masyarakat belum menyadari bahaya penularan virus AI dengan pathogenitas tinggi (Highly Pathogenic AI/HPAI) H5N1 dan berupaya menghindarinya dengan minimal berperilaku hidup bersih.

Padahal menurut Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang pada Departemen Kesehatan, Hariadi Wibisono perilaku hidup bersih merupakan cara efektif untuk menangkal penularan infeksi virus flu burung.

Menurut dia tindakan sederhana seperti menghindari kontak langsung dengan unggas, hidup terpisah dari unggas dan mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan kontak dengan unggas merupakan langkah mudah yang bisa dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

Oleh karena itu, Menteri Kesehatan menjelaskan, pemerintah akan menjalin kerjasama dengan kelompok dan organisasi kemasyarakatan untuk mengoptimalkan kegiatan sosialisasi penanggulangan infeksi virus flu burung.

Pemberdayakan unsur-unsur masyarakat dalam program sosialisasi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat tentang bahaya virus flu burung serta menciptakan sistem pemantauan penyakit (surveilans) berbasis komunitas.

Menurut dia sistem surveilans berbasis komunitas memungkinkan penemuan dan penanganan setiap kasus infeksi virus AI secara dini sehingga resiko kematian akibat penyakit tersebut dapat ditekan dan penyebaran penyakit ke wilayah yang lebih luas dapat dicegah.

Saat ini organisasi kemasyarakatan yang sudah siap berperan aktif dalam program sosialisasi bahaya flu burung dan pandemi influenza adalah Muhammadiyah.

Organisasi gerakan dakwah Islam itu menyiapkan dana sekitar Rp25 miliar untuk membantu menyebarluaskan informasi tentang bahaya flu burung kepada masyarakat melalui organisasi dan lembaga yang berada di dalam jaringannya.

Siti Fadilah juga mengatakan organisasi keagamaan yang lain juga telah menyatakan kesediaannya mendukung kegiatan sosialisasi penanggulangan flu burung.

"Tadi pagi gereja Advent juga sudah menghubungi kami untuk mendukung kegiatan ini," kata Menteri Kesehatan. (*/lpk)

©2003-2007 KapanLagi.com