PBB Imunisasi Campak Balita Korban Gempa
Kapanlagi.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mitra pendukungnya melakukan imunisasi campak serta memberikan vitamin A kepada sekitar 130 ribu anak balita korban gempa bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Siaran pers dari Office for Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) PBB yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu (07/06), menyebutkan kegiatan itu merupakan respon PBB terhadap kebutuhan kesehatan korban gempa. Kampanye dan pelaksanaan program itu dilakukan dengan dukungan penuh dari Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan Badan PBB untuk anak (United Nations Children's Fund/UNICEF). Sebelumnya Departemen Kesehatan juga telah melakukan imunisasi campak kepada anak balita di sejumlah daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terkena dampak gempa. Hingga saat ini badan-badan PBB yang lain juga masih melakukan kegiatan pendukung kesehatan yang lain seperti menyediakan air bersih dan pangan untuk korban bencana. Setiap hari sekitar 250 ribu liter air minum dikirimkan untuk pengungsi, lebih dari 170 ton biskuit berenergi tinggi dan mie instan juga telah disalurkan untuk sekitar 170 ribu orang di Kabupaten Bantul dan Klaten. Saat ini tim PBB tengah melakukan penilaian situasi kebutuhan pangan darurat untuk melihat keamanan/ketahanan pangan keluarga dan berencana guna menentukan jenis intervensi yang tepat untuk membantu. Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (International Federation of Red Cross and Red Cressent Societies/IFRC) dan mitranya juga telah membangun sarana kakus darurat di penampungan pengungsi di Bantul dan di sekitar area rumah sakit lapangan. Menurut data pemerintah, gempa berkekuatan 5,9 skala richter yang mengguncang sejumlah daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah telah menyebabkan lebih dari 5.800 orang meninggal, 37 ribu orang terluka, 85 ribu rumah rusak total dan 323 ribu rumah rusak berat dan ringan. Hingga saat ini pemerintah dengan bantuan dari berbagai lembaga kemanusiaan masih menjalankan kegiatan tanggap darurat di kedua wilayah tersebut. (*/lpk) |