"Pembatalan target waktu ini disebabkan adanya beberapa kendala seperti kurangnya armada pengangkutan sampah," kata Meneg LH kepada pers usai mendengarkan laporan Wagub Jabar Nu'man Abdul Hakim, Walikota Bandung Dada Rosada dan Dirut PD Kebersihan Kota Bandung Awan Gumelar di Balaikota Bandung, Rabu sore.
Target tiga minggu terhitung sejak sepuluh hari lalu, yang diberikan Meneg LH itu diubah dengan target agar sampah yang menumpuk di Kota Bandung dapat dibersihkan secepatnya.
"Saya pesankan untuk segera membersihkan sampah dalam tempo yang sesingkat-singkatnya," ujarnya seraya mengatakan bahwa masalah penumpukan sampah telah mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat Bandung.
Tapi Rachmat dapat memahami mengapa saat ini belum seluruh tumpukan sampah di Kota Bandung berhasil dibersihkan, yakni karena tempat pembuangan akhir (TPA) sampah baru ditemukan satu minggu yang lalu.
Ia juga menjelaskan, saat ini rancangan undang-undang (RUU) tentang penanganan sampah sudah disusun, namun belum dilakukan pembahasan mengingat banyaknya RUU yang harus dibahas di DPR RI. "Mungkin karena permasalahan sampah tidak terlalu menonjol, maka antriannya ditaruh di belakang," katanya.
Dalam RUU tentang penanganan sampah itu antara lain diatur masalah pengelolaan sampah secara bersama antar daerah, cara pembiayaan, cara retribusi dan cara penaatan (taat kepada aturan) dalam penanganan masalah sampah.
Sementara itu Deputi Mentri Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Gempur Adnan mengatakan, kini Pemkot Bandung membutuhkan beberapa armada lagi untuk mengangkut sampah yang masih menumpuk di beberapa Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah di Kota Bandung.
"Bila armada yang dibutuhkan sebanyak 600 dan digunakan dalam waktu yang bersamaan, maka akan timbul masalah baru lagi. Kita akan mencoba mencari solusinya," ujarnya.
Sebelumnya Walikota Bandung Dada Rosada mengatakan, saat ini penumpukan sampah masih terjadi di beberapa TPS di Kota Bandung, disebabkan oleh kurangnya armada pengangkutan sampah.
"Saat ini truk sampah yang digunakan hanya sekitar 70 unit saja dengan volume sebanyak 250 meter kubik per hari, sedangkan sampah yang ada di Kota Bandung sekitar 307.500 meter kubik, yakni sampah selama 41 hari," katanya.
Menurut Dada, jika hanya mengandalkan 70 truk untuk melakukan pengangkutan sampah, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengangkut sampah seluruhnya dari Kota Bandung sekitar tujuh bulan. (*/erl)