Pemain depan yang merumput di Fiorentina tersebut memecahkan rekor yang telah bertahan selama 47 tahun di Seri A yaitu menyarangkan lebih dari 30 gol sekaligus memecahkan rekor di klubnya dengan menjadi pencetak gol terbanyak dalam satu musim.
Pada pertandingan melawan Ghana, pemain berusia 29 tahun itu juga akan melengkapi langkah gemilangnya yaitu masuk dari Seri B dimana ia memperkuat Palermo tiga musim lalu untuk tampil pada pertandingan sepakbola terakbar di muka bumi.
"Anda harus gila terlebih dulu untuk memikirkan bagaimana cara saya yang semula memperkuat klub di Seri B dan kini tiba-tiba tampil di Piala Dunia," kata Toni.
"Tetapi, inilah keindahan dari sepakbola. Hal-hal yang tidak mungkin dapat saja terjadi.
"Kami memiliki keinginan besar untuk menerapkan semua ilmu yang telah kami peroleh selama latihan. Saya merasa sangat gembira karena sebelumnya belum pernah bermain di event sebesar ini," kata pemain depan yang mengemas tujuh gol dalam 18 pertanidngan untuk Azzuri.
Namun demikian, rencana pelatih Italia Marcello Lippi yang akan ia terapkan selama putaran final mengalami sedikit hambatan oleh cedera yang dialami bek Gianluca Zambrotta dan gelandang Gennaro Gattuso, keduanya mengalami cedera paha.
Meski bek tengah Alessandro Nesta menyatakan dalam kondisi fit, Lippi masih merasa khawatir dengan kondisi pemain depan Francesco Totti yang belum benar-benar pulih dari patah pergelangan kaki yang memaksanya absen selama tiga bulan.
Italia masuk ke putaran final setelah tak terkalahkan dalam 18 pertandingan dan mereka difavoritkan untuk memenangi pertandingan pada Senin terlebih mereka belum pernah kalah dari tim Afrika.
Tetapi Ghana tidak boleh dianggap remeh setelah mampu tampil pada debutnya di putaran Piala Dunia mereka pun yakin dapat menaklukkan raksasa-raksasa sepakbola dunia.
"Saya pikir, beban tersebut justru ada di pihak Italia. Selain itu, ini adalah Piala Dunia pertama kami sehingga kami tidak menargetkan apapun," kata striker Matthew Amoah.
Sedangkan pelatih Ghana yang berasal dari Serbia Ratomir Dujkovic mengatakan, tidak terintimidasi oleh barisan penyerang Italia.
"Siapapun yang terpilih, mereka adalah pemain depan yang tangguh. Mereka memiliki enam striker dan seluruhnya dapat menjadi pemain utama. Tetapi, kami pun memiliki pemain belakang dan gelandang bertahan yang dapat menghentikan mereka," katanya.
Italia tampil untuk ke-17 kalinya di putaran final Piala Dunia dan memenangi gelar pada 1934, 1938 dan 1982 tetapi mereka mengalami kegagalan paling besar empat tahun lalu setelah disingkirkan tuan rumah Korea Selatan pada babak kedua.
Perkiraan tim:
Italia ((4-3-1-2): 1-Gianluigi Buffon; 22-Massimo Oddo (or 2-Cristian Zaccardo), 13-Alessandro Nesta, 5-Fabio Cannavaro, 3-Fabio Grosso; 16-Mauro Camoranesi, 21-Andrea Pirlo, Simone Perrotta (or 4-Daniele De Rossi); 10-Francesco Totti; 9-Luca Toni, 11-Alberto Gilardino.
Ghana (4-4-2): 1-Sammy Adjei; 15-John Paintsil, 4-Samuel Kuffour, 5-John Mensah, 6-Emmanuel Pappoe; 11-Sulley Muntari; 8-Michael Essien, 10-Stephen Appiah, 18-Eric Addo; 3-Asamoah Gyan; Matthew Amoah. (*/rit)