"Saya akan segera berangkat ke Wangen (markas Togo) untuk bertemu pihak manajemen dan para pemain. Kami sudah berbicara tadi malam. Saya segera mengambil alih jabatan pelatih jika segala sesuatunya sudah rampung dan jika mereka disiplin," kata Schaefer, Minggu.
"Pertikaian itu harus segera diselesaikan. Memang begitulah kondisinya," katanya.
Sabtu (10/6), asisten pelatih Kodjovi Mawuena secara mendadak dipromosikan menjadi pelatih kepala setelah Otto Pfister memutuskan mundur.
Menurut Pfister, ia tidak bisa bekerja dengan tenang jika ribut-ribut soal bonus antara pemain dengan ofisial belum diselesaikan secara tuntas.
Para pejabat sepakbola Togo mengatakan, Mawuena akan menjalankan tugasnya setidaknya pada pertandingan perdana Togo menghadpai Korea Selatan, 13 Juni.
Para pemain Togo menuntut bayaran 196.200 dolar AS (hampir Rp2 miliar) per pemain di setiap pertandingan yang diikuti, ditambah 30.000 dolar jika menang dan 15.000 dolar jika pertandingan berakhir imbang.
Menurut ofisial tim yang berasal dari sebuah negara kecil di Afrika Barat tersebut, tuntutan para pemain sangat berlebihan.
Selain Korea Selatan, saingan lainnya adalah Swiss dan Perancis. (*/rit)