"Pintu terbuka bagi dialog dengan pria-pria bersenjata yang menentang proses politik dan kini ingin mendukung aktivitas politik dengan jaminan-jaminan," kata Maliki pada jumpa wartawan, mengulangi sikapnya bahwa ia tidak akan berunding dengan kelompok perlawanan yang tangan mereka berlumuran darah rakyat Irak. (*/lpk)