Grup E Seru, Portugal Ke-16 Besar

Kapanlagi.com - Persaingan di Grup E semakin seru setelah belum ada satupun tim yang memastikan diri sebagai wakil grup itu ke 16 besar Piala Dunia usai pertandingan Sabtu, sementara Portugal memastikan melangkah ke putaran kedua untuk pertamakalinya dalam 40 tahun.

Ghana secara mengejutkan mengalahkan Republik Ceko 2-0 di Koln, sementara tim kuat Eropa, Italia, ditahan imbang 1-1 oleh Amerika Serikat, dalam pertandingan kontroversial di Stadion Fritz-Walter, Kaiserslautern.

Hasil dua pertandingan itu membuat persaingan di Grup E semakin terbuka karena semua tim masih berpeluang lolos ke 16 besar. Italia kini berada di posisi teratas dengan empat poin, disusul Republik Ceko dan Ghana dengan tiga poin lalu AS dengan satu angka.

Pertandingan terakhir antara Italia vs Republik Ceko dan AS vs Ghana, Kamis mendatang, akan menjadi partai hidup-mati bagi keempat tim tersebut.

Sementara itu, Portugal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertamakalinya setelah 40 tahun berkat kemenangan 2-0 atas Iran di Frankfurt.

Paling Kontroversial

Italia dan Amerika Serikat berbagi gol 1-1 di Stadion Fritz-Walter, Kaiserslautern, dalam pertandingan yang sejauh ini paling kontroversial pada Piala Dunia 2006, dimana tiga pemain mendapat kartu merah.

Sejak menit pertama, Italia, yang bermain mengesankan saat menang 2-0 atas Ghana, terseok-seok menghadang laju serangan AS yang tampaknya ingin membayar kekalahan memalukan 0-3 yang diderita dari Republik Ceko.

Meski tertekan, Azzurri justru unggul lebih dulu pada menit 22 ketika Gilardino menyundul masuk umpan tendangan bebas Andrea Pirlo.

Namun lima menit kemudian bencana untuk Italia terjadi ketika umpan silang Bobby Convey dibelokkan oleh bek kanan Italia Cristian Zaccardo ke gawangnya sendiri.

Kejadian lebih buruk menimpa tiga menit kemudian ketika pemain tengah Daniele De Rossi diusir wasit setelah menyikut Brian McBride tepat dihadapan wasit.

Pablo Mastroeni hampir saja membawa AS unggul melalui tendangannya pada menit 42. Tetapi hanya berselang dua menit setelah tendangan itu, Mastroeni diganjar kartu merah akibat jegalan kasarnya kepada Pirlo.

Kontroversi berlanjut pada babak kedua ketika wasit Larrionda mengeluarkan lagi kartu merah dari sakunya setelah bek AS, Eddie Pope, yang telah terkena kartu kuning untuk kedua kalinya akibat mengganjar Gilardino dari belakang.

"Dua kartu merah dalam jangka waktu lima menit itu sungguh kejam, namun saya menghormati cara para pemain menghadapinya," ujar pelatih AS Bruce Arena.

Sedangkan Pelatih Italia Marcello Lippi mengaku kecewa terhadap penampilan Francesco Totti dkk. malam itu.

"Saya sangat kecewa dan marah. Kami tidak menjalani pertandingan ini dengan kerangka pikiran yang benar dan kami harus membayar mahal karena bermain gugup dan banyak melakukan kesalahan," kata Lippi.

Pemain Italia Gennaro Gattuso mengakui bahwa timnya tidak bermain baik setelah menang 2-0 atas Ghana pada pertandingan pertama.

"Kami tidak bermain dengan baik. (Hasil) ini menunjukkan bahwa Anda harus tetap menginjak bumi meski berhasil menang pada pertandingan pertama," ujarnya.

Kebanggaan Afrika

Di Stadion Koeln, Ghana menampilkan permainan apik yang menunjukkan mengapa mereka dijuluki "Brazil-nya Afrika" saat menaklukkan Republik Ceko 2-0.

Mereka menjadi kebanggaan dan harapan benua Afrika setelah menjadi tim Afrika pertama yang menang pada Piala Dunia 2006 serta berpeluang lolos ke babak selanjutnya.

Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Asamoah Gyan lolos dari jebakan offside dan menjebol gawang Petr Cech.

Setelah gol itu, "Bintang Hitam" terus menggempur dan jika bukan Cech yang berdiri di depan gawang Ceko, maka mereka mungkin bisa mencetak lebih banyak gol lagi, terutama setelah bek Ceko Thomas Ujfalusi kena kartu merah pada menit 67.

Sedikitnya Cech melakukan enam penyelamatan gemilang sebelum akhirnya gol kedua Ghana tercipta melalui tendangan Sulley Muntari delapan menit sebelum pertandingan usai.

Pelatih Ghana Ratomir Dujkoviv pun memuji penampilan gemilang Cech, yang menurutnya membuat Republik Ceko terhindar dari kebobolan empat sampai lima gol.

"Petr Cech adalah kiper yang sangat luar biasa dan ia berhasil membuat timnya terhindar dari kekalahan empat atau lima kosong," kata Dujkovic kepada wartawan usai kemenangan bersejarah itu.

"Pertandingan berjalan sangat ketat, tapi pemain saya tampil luar biasa. Saya hanya kaget karena hasil pertandingan tidak lebih dari 2-0," katanya.

Sementara itu pelatih Ceko Karel Brueckner mengatakan, gol Gyan yang terjadi sangat cepat itu membuat para pemainnya merasa terpukul.

"Saya tidak menyalahkan kurangnya semangat juang pemain. Gol pertama itu benar-benar membuat permainan kami menjadi rusak," kata Brueckner.

"Para pemain Ghana sangat cepat saat melakukan serangan. Saya tidak ingin mengatakan bahwa pemain kami kelelahan. Kami tidak ingin mencari-cari alasan," katanya menambahkan.

Setelah 40 Tahun

Portugal lolos ke babak 16 besar Piala Dunia untuk pertamakalinya setelah 40 tahun berkat kemenangan 2-0 atas Iran di Frankfurt.

Iran memberi perlawanan lebih dari satu jam sebelum pemain kelahiran Brazil, Deco, mencetak gol pembuka yang mengagumkan pada menit 63. Cristiano Ronaldo kemudian memastikan kemenangan melalui tendangan penalti 10 menit sebelum pertandingan usai.

Kemenangan itu menjamin Portugal lolos dari Grup D sekaligus memupuskan peluang Iran. Kini tinggal Meksiko dan Angola yang memperebutkan satu tiket tersisa.

Majunya Portugal itu merupakan yang pertamakalinya sejak 1966, ketika Eusebio membawa mereka menempati peringkat ketiga di Inggris.

Pelatih Luiz Felipe Scolari, yang membawa Brazil merebut gelar juara Piala Dunia 2002, mengatakan para pemain sangat gembira bisa melaju ke babak berikutnya.

"Ini adalah untuk pertamakalinya sejak 40 tahun kami bisa melaju jauh. Kami sangat puas. Kami masih ingin mengalahkan Meksiko untuk memastikan posisi juara grup," kata Scolari.

Playmaker Deco, yang tengah gembira setelah mencetak gol pertamanya di Piala Dunia, menyatakan Portugal bisa mengalahkan siapapun usai memenangi dua pertandingan Grup D dan lolos ke 16 besar.

"Kami bisa mengalahkan tim apapun tetapi kami harus menghadapinya satu demi satu," kata gelandang yang baru sembuh dari cedera itu.

"Semua tim itu setara, tidak ada yang di atas rata-rata, kami semua pada tingkat yang sama," ujarnya menambahkan.

Portugal akan memuncaki grup jika mereka bisa menahan imbang Meksiko di Gelsenkirchen, Rabu (21/6). (*/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com