< >

Scolari Berteriak, Wasot Cuek

Minggu, 18 Juni 2006 12:01
Kapanlagi.com - Wasit dalam memimpin pertandingan sepakbola tidak bisa melihat seluruh kejadian di lapangan, karena umumnya mata mereka lebih banyak tertuju ke arah di mana bola berada.

Pada pertandingan Piala Dunia antara Iran melawan Portugal di stadion Waldstadion, Frankfurt, Sabtu, wasit Eric Poulat tidak tahu bahwa pemain Portugal Miguel mengerang kesakitan di daerah pertahanan tim Eropa itu.

Kejadiannya bermula ketika pemain depan Iran Vahid Hashemian hendak mengejar bola umpan dari rekannya Ali Karimi, pemain Portugal berusia 26 tahun itu menghadangnya sehingga tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Tabrakan itu oleh wasit dianggap lumrah, pertandingan diteruskan.

Akibat tabrakan itu, pemain klub Valencia, Spanyol, tersebut berguling-guling di lapangan sambil memegang lututnya, sementara bola sudah dikuasai pemain Portugal. Ketika bola berada di kaki Cristiano Ronaldo, pelatih Portugal Luiz Felipe Scolari berteriak-teriak ke arah wasit.

Teriakan pelatih asal Brazil itu agar pertandingan dihentikan karena anak asuhnya tengah terbaring kesakitan tersebut tidak didengar wasit Eric Poulat yang berasal dari Perancis.

Mendengar pelatihnya berteriak-teriak dari pinggir lapangan itu, Cristiano Ronaldo yang tengah menguasai bola, tiba-tiba berhenti, sembari melihat ke belakang ke arah Miguel terbaring kesakitan.

Barulah pada saat itu wasit meniup peluit tanda pertandingan dihentikan sementara, dan ia pun menuju ke tempat pemain Portugal bernomor punggung 13 itu tergeletak. Mungkin karena melihat cedera lutut pemain bertinggi badan 175 cm dengan berat 64 kg itu cukup parah, wasit memanggil petugas P3K.

Begitu diminta berbaring di tandu untuk diangkut ke luar lapangan, Miguel secara perlahan berdiri, dan menolak permintaan itu. Artinya, cederanya tidak begitu parah, dan dia bisa melanjutkan pertandingan. Penonton yang melihat kelakuan pemain kelahiran 4 Januari 1980 itu pun berteriak "uuuuuuuuuuuuuhhhhhhh?..

Pada pertandingan yang disaksikan 48.000 penonton itu Portugal menang 2-0, dan sekaligus memastikan diri lolos ke putaran kedua untuk pertama kali setelah 40 tahun. (*/rit)