"Pemberantasan narkoba adalah tanggungjawab seluruh bangsa Indonesia, tidak hanya aparat penegak hukum, karena semakin banyak generai muda yang tewas," kata Anhar Nasution SE usai melantik Satuan Tugas SAN Kelurahan Tangki Kecamatan Taman Sari Jakarta Barat, Minggu.
Pelantikan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Narkoba Internasional (Hani) pada 26 Juni 2006. Anhar yang juga anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Bintang Reformasi (PBR) menyatakan prihatin, karena semakin banyak anak-anak muda yang menjadi korban dan tewas akibat narkoba.
Laporan Badan Narkotika Nasional (BNN) terakhir, kata Anhar, lebih dari 15.000 orang masyarakat Indonesia tewas karena mengonsumsi Narkoba. Sebagian besar dari mereka itu adalah kaum muda "Angka tersebut merupakan jumlah yang besar," katanya.
Karena itu, Anhar mengajak masyarakat, aparat penegak hukum maupun orang tua, pemuka masyarakat, tokoh-tokoh agama maupun generasi muda agar bekerjasama memerangi narkoba. "Sebagai bangsa Indonesia, sudah saatnya kita ikrarkan `perang` terhadap narkoba," katanya
Narkoba tidak hanya salah satu zat pembunuh terbesar, tetapi juga pembunuh calon penerus bangsa. Mereka yang mengonsumsi narkoba tidak hanya terancam mati secara pelan-pelan, namun juga merusak masa depan yang bersangkutan.
"Kalau itu yang terjadi, kepada siapa penerus bangsa ini diserahkan. Artinya, siapa yang bakal memimpin bangsa ini setelah yang tua-tua mundur atau pensiun. Sangat tidak mungkin bangsa ini dilanjutkan generasi semacam itu," katanya.
Tidak peduli
Mengenai jeratan hukum yang belum mampu menumpas dan membuat jera para bandar, pengedar maupun konsumen barang haram tersebut, Anhar menyebutkan, harusnya mereka jera apalagi ada ancaman hukuman mati. Namun, pada kenyataannya hal itu tidak membuat mereka jera.
Malah tingkat penggunaan narkoba semakin tinggi. "Ini semua, bukan hanya sekadar lemahnya penegakan hukum, tetapi banyak masyarakat yang tidak peduli," kata Anhar
Selain faktor tersebut, hal lain yang mencemaskan adalah tidak tegasnya aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya. Bahkan ada petugas yang memanfaatkan hal ini untuk mencari keuntungan pribadi.
"Tindakan mencari keutungan itu tidak benar. Siapapun yang bermain dibalik hukum, harus dihukum lebih berat. Jadi kalau aparat hukum main dengan bandar dan pemakai narkoba yang tertangkap, harus dihukum lebih berat," katanya. (*/rit)