Pimpinan Wilayah-I PT (Persero) PLN Provinsi NAD, Syarifuddin Ibrahim, kepada ANTARA di Banda Aceh, membenarkan telah terjadinya penumbangan tiga tower jaringan interkoneksi Sumut-Aceh dan mengakibatkan tidak kurang dari 100 ribu pelanggan tidak bisa menerima suplai listrik.
Enam kabupaten/kota yang gelap total akibat penumbangan tower itu masing-masing Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Bireuen, Pidie, Aceh Besar. Sedangkan Bener Meriah/Aceh Tengah dan Kota Banda Aceh, sebagian gelap.
Dijelaskan tiga tower listrik yang terindikasi dirobohkan orang tak bertanggungjawab dengan cara memotong bagian bawahnya itu berada di antara Kecamatan Idi, Kabupaten Aceh Timur ke perbatasan Kota Langsa.
Ia mengatakan suplai arus listrik PT PLN untuk sebagian besar wilayah Aceh itu selama ini melalui jaringan interkoneksi dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Lebih lanjut, Syarifuddin menjelaskan untuk memperbaiki ketiga tower yang ditumbangkan itu, maka membutuhkan waktu paling lambat satu bulan.
"Artinya, selama satu bulan itu masyarakat harus bersabar karena suplai arus listrik tersendat. Kami menyesalkan tindakan orang tak bertangungjawab atas perbuatannya itu merugikan banyak orang," kata dia.
Dipihak lain, ia juga menjelaskan bahwa kasus penumbangan tower listrik itu telah dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelakunya.
Kasus penumbangan tower listrik PT PLN itu sebelumnya kerap terjadi di pantai timur Aceh saat situasi dan kondisi keamanan di daerah tersebut tidak kondusif akibat konflik bersenjata antara Pemerintah dengan pihak GAM. (*/rit)