"Kami dapat mengatasi," tulis suratkabar JoongAng Ilbo, menunjukkan foto satu halaman penuh Park Ji-Sung dan rekan setimnya menari di lapangan di Leipzig, Jerman.
Polisi mengatakan lebih dari 700.000 suporter menghabisakan malam di jalanan untuk menyoraki timnya di depan TV layar besar. Jutaan lainnya nonton di rumah, dengan siaran langsung yang disediakan seluruh tiga saluran utama.
Park, pemain tengah Manchester United, menjadi pujaan negara tersebut setelah golnya di menit ke-81 menyamakan kedudukan, membuat harapan Korea Selatan untuk mencapai putaran kedua dari Grup G tetap hidup.
Sebanyak 300.000 fans, sebagian besar anak muda, bersorak dengan keras sepanjang pertandingan meskipun Korea tertinggal 1-0 sejak menit kesembilan. Tetapi kegembiraan meletus ketika Park berhasil membobol gawang.
"Park Ji Sung mengawali hiruk-pukik pagi," tulis berita utama pada suratkabar dengan penjualan terbesar, Chosun Ilbo, yang menunda pencetakan hingga setelah peluit terakhir berbunyi.
Suratkabar utama lainnya mengeluarkan edisi khusus menonjolkan foto sang bintang pertandingan, Park di halaman depan.
Beberapa perusahaan termasuk Yahoo! Korea and ING Life buka terlambat satu jam sementara beberapa jam kerja pagi dibatalkan untuk memberi fans yang lelah kesempatan untuk tidur, tulis suratkabar. Setidaknya dua sekolah di Seoul membatalkan pelajaran.
Fans Setan Merah Korea, berdandan dengan pakaian merah, berdansa sepanjang malam, sebagian mengenakan asesori paling populer di kalangan suporter -- topi tanduk yang memeriahkan malam.
Lebih dari 60.000 orang menjejali stadion Piala Dunia kearah barat dari pusat kota, sebagian mengenakan baju yang bertuliskan slogan "Again 2002."
Empat tahun lalu tim nasional mereka mencapai semifinal Piala Dunia ketika digelar di Tanah Air mereka.
Demam dukungan Piala Dunia mencapai puncaknya pada 2002, ketika jutaan turun ke jalan di Seoul dan kota-kota lainnya untuk mengelu-elukan tim nasional. Dengan pertandingan yang digelar lewat tengah malam saat ini, polisi mengatakan bahwa penonton yang merubung layar TV raksasa diperkirakan berkurang.
Meskipun demikian fans -- kebanyakan pelajar -- mengubah sentral plaza di Seoul menjadi lautan merah.
"Rasanya menyenangkan. Seperti 2002," kata Lee Kang, seorang pekerja kantoran Seoul, dalam perjalanan pulang setelah menyaksikan pertandingan di plaza tersebut.
Ia mengatakan bahwa empat tahun lalu Korea Selatan membuka catatan Piala Dunia mereka dengan satu kemenangan dan satu seri -- dan kemudian melaju ke empat besar.
"Tim Korea Selatan telah mengambil jalur yang sama seperti yang dilakukan empat tahun lalu -- untuk mencapai semifinal," katanya.
"Saya sangat senang, sangat senang. Mari kita lolos ke babak 16 besar," kata Song Dong-Hyuk, 21, seorang mahasiswa yang mengenakan kostum Red Devil untuk membuat jalurnya melewati kumpulan massa di pagi hari.
Korea Selatan berada di Grup G bersama Perancis, Swiss dan Togo, dan akan melawan Swiss pada pertandingan grup terakhir mereka, Jumat. Mereka mengalahkan Togo 2-1 pada pertandingan pertama pada 13 Juni.
Dua tim dari masing-masing grup maju ke putaran berikutnya, dan pertandingan melawan Swiss tampaknya menentukan dua tim mana lolos. (*/cax)