< >

Keceriaan Berubah Duka Setelah Korsel Kalah

Sabtu, 24 Juni 2006 17:30
Kapanlagi.com - Warga Korea Selatan yang keletihan dan kurang tidur berubah menjadi putus asa dan marah di Seoul Sabtu ketika tim sepakbola mereka gagal melaju ke 16 besar Piala Dunia setelah kalah 2-0 dari Swiss.

Menyusul kekalahan itu, 170 ribu orang penggemar yang memenuhi lapangan diluar balai kota untuk memberikan dukungan Sabtu dinihari, mulai bubar dalam suasana sunyi dan ketidak-percayaan.

Tampil memakai kaos dan terompet warna merah, para pendukung Red Devils memenuhi jalan-jalan didepan layar raksasa beberapa jam sebelum pertandingan menentukan itu dimulai.

Berbeda dengan ramalan cuaca dan tidak turun hujan, venues diseluruh negeri dengan sekitar 1,4 juta penonton tenggelam dalam kegembiraan, kata polisi.

Harapan demikian tinggi ketika kiper Korea Selatan dan kapten Lee Woon-Jae, seorang pahlawan pada 2002, tampil ke-100 kalinya memperkuat tim nasional.

Teriakan Daehan Minguk (Republik Korea) menggema di lapangan.

Mereka langsung terdiam ketika sundulan keras dari Philippe Senderos menjadikan Swiss unggul pada babak pertama atas Korea Selatan dalam pertandingan Grup di Hanover.

Harapan kembali timbul dan teriakan terdengar ketika Korea Selatan berusaha menyamakan skor.

Tapi harapan segera pudar dan terdengar teriakan ejekan setelah asisten wasit mengangkat bendera tanda Alexander Frei offside.

Frei masih memasukkan bola dan wasit asal Argentina Horacio Elizondo membuat massa penonton kaget dengan menyatakan gol itu sah, kendati mengundang protes dari Korea Selatan menit ke-77.

Begitu pluit akhir ditiup, massa terpana dan dengan berurai airmata mereka sadar bahwa tim mereka sudah gagal sekurangnya mencapai putaran sistem gugur dalam Piala Dunia.

Swiss melaju ke 16 besar, tapi Korea Selatan tetap akan memberikan dukungan saat tim pulang ke tanah air.

"Mereka memperklihatkan semangat tinggi. Mereka memberikan perlawanan bagus," kata Kim Young-Jin, karyawan sebuah perusahaan berusia 50 tahun.

"Tapi gol kedua menggelikan. Hakim garis menaikkan bendera dan gol itu benar-benar tidak sah," katanya ketika bersiap-siap meninggalkan lapangan, sambil membawa selembar koran yang didudukinya sepanjang malam. (*/cax)