Menurut Beckham, tahun ini adalah waktu terbaik bagi Inggris untuk menebus kegagalan empat tahun lalu di Jepang sekaligus merebut Piala Dunia.
Inggris kalah 2-1 pada perempatfinal Piala Dunia 2002 oleh Brazil yang kemudian tampil sebagai juara meski telah terlebih dulu unggul 1-0 dan tim dari Amerika Selatan tersebut harus tampil dengan 10 pemain pada babak kedua.
Saat itu, Inggris harus menyerah dari Brazil pada pertandingan yang terjadi di tengah udara panas di Shizuoka. Kali ini, ia sepenuhnya yakin bahwa 2006 adalah saat yang tepat untuk "balas dendam".
"Saya kecewa setelah kalah dari Brazil. Saat unggul 1-0, kami merasa akan melaju ke babak selanjutnya dan menang," katanya.
"Tetapi semuanya menjadi berantakan. Sekarang, saya merasa bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mewujudkan keinginan yang telah kami rasakan bertahun-tahun."
Inggris berjuang melawan udara panas di Jepang empat tahun lalu dan kehilangan beberapa pemain kunci yang tidak berada dalam kondisi puncaknya, namun kali ini Beckham yakin tidak ada alasan untuk melakukan kesalahan lain.
Meski harus kehilangan striker Michael Owen dan Wayne Rooney yang kurang persiapan, ia tetap merasa bahwa Inggris cukup tangguh untuk mewujudkan penantian selama 40 tahun, yaitu merebut Piala Dunia kedua.
"Kali ini, tak ada alasan untuk kegagalan," kata Beckham. "Pada kompetisi lalu, kami gagal saat kami seharusnya bisa melaju ke babak yang lebih tinggi. Sekarang semuanya tergantung pada kami sebagai tim."
Beckham akan memenangi pertandingan untuk Inggris yang ke-93 jika Inggris menang atas Ekuador pada Minggu (25/06) dan meski menyatakan ingin tetap tampil di Piala Dunia, ia menyadari di usianya yang ke-31, mungkin tahun ini ialah tahun terakhirnya untuk merebut gelar terbesar di Piala Dunia.
"Saya pikir, pemain yang sudah seringkali tampil di kompetisi besar seperti Piala Dunia sangat menyadari bahwa kesempatan sebaik ini tidak sering datang," katanya.
"Kami adalah tim Inggris yang bermain di Eropa, yaitu di Jerman dengan kondisi cuaca yang cocok bagi kami.
"Kesempatan emas seperti ini tidak sering terjadi. Empat tahun lagi, Piala Dunia akan digelar di Afrika Selatan, empat tahun kemudian mungkin akan digelar di Australia atau Amerika Selatan yang memiliki iklim yang berbeda. Kesempatan emas kali ini tidak ingin kami sia-siakan."
Beckham sangat menyadari banyak orang yang mempertanyakan penampilannya selama piala dunia.
"Saya tidak hanya akan duduk di sini dan membicarakan penampilan saya karena bukan pekerjaan saya untuk duduk di sini dan membicarakan David Beckham.
"Tetapi, saya akan duduk di sini untuk membicarakan Inggris yang melaju ke babak 16 besar Piala Dunia," katanya.
Beckham merasa kesal oleh beberapa kritik yang menyatakan bahwa ia tidak banyak berperan untuk menghidupkan permainan sayap Inggris seperti yang dilakukan Aaron Lennon.
Beckham pun secara terbuka menyatakan bahwa kekuatan permainannya adalah umpan-umpan tepat dan bermain terbuka.
"Untuk memperoleh penampilan terbaik saya, maka beri saya bola," katanya.
"Jika saya mendapat bola maka saya akan mengumpankannya ke tempat yang benar sehingga pemain lain dapat menyarangkan gol. Saya sulit melakukan hal itu sekarang karena saat saya mencoba melakukannya, ada dua pemain lawan yang menjaga saya."
Perkiraan "starting line-up" Inggris hingga kini masih menjadi tanda tanya. Laporan menyatakan Eriksson belum mempesiapkan nama pemain yang akan diturunkan, namun Michael Carrick diperkirakan akan dipasang sebagai gelandang bertahan.
Carrick, pemain yang memperkuat Tottenham akan berada di depan empat pemain belakang dari formasi 4-1-4-1. Owen Hargreaves akan menggantikan posisi Jamie Carragher di bek kanan.
Pelatih Ekuador Luis Suarez tetap bersikeras bahwa timnya tidak akan terintimidasi oleh takel yang tampaknya akan kerap dilakukan oleh pemain Inggris.
"Kami belum mengeluarkan seluruh kemampuan kami," kata Suarez. "Masih ada yang akan kami tunjukkan dan perjalanan kami di Piala Dunia belum berakhir.
"Tidak ada alasan bagi kami untuk merasa kalah sebelum bertanding. Jika kami kalah, biarkan hal itu terjadi saat pertandingan, tidak sebelumnya."
Ekuador bermain sangat gemilang saat menekuk Polandia 2-0 dan Kosta Rika 3-0 pada dua pertandingan pertama babak penyisihan grup dan Suarez pun yakin bahwa anak asuhnya dapat menampilkan kembali permainan terbaik mereka.
"Seluruh tim merasa puas dengan hasil yang telah mereka capai sejauh ini," katanya. "Kami pun merasa lebih dihargai. Saya harap, Ekuador bisa membukukan sejarah." (*/lpk)