< >

RI-Rusia Intensifkan Kerjasama Teknik Militer

Rabu, 28 Juni 2006 22:45
Kapanlagi.com - RI dan Rusia sepakat untuk memantapkan kerjasama teknik militer yang meliputi pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) bagi TNI dari Rusia, mekanisme pembayaran dan pelibatan industri strategis pertahanan dalam negeri seperti alih teknologi.

Sekjen Dephan Sjafrie Sjamsoeddin, usai pembukaan sidang ke-2 komisi bersama RI-Rusia di bidang kerjasama teknik militer, di Jakarta, Rabu, mengatakan, RI menyetujui usulan delegasi Rusia untuk membentuk empat tim kerja guna mengintensifkan dan mengefektifkan kerjasama teknik militer kedua negara.

"Tim kerja itu, diketuai oleh perwakilan dari masing-masing negara untuk membahas empat agenda pokok," katanya.

Empat agenda pokok tersebut adalah pembuatan memorandum program kerjasama, protokol sidang, pembiayaan kredit, dan kerjasama dalam bidang proyek industri. Sedangkan Intellectual Property Right kesepakatannya akan ditetapkan dalam protokol sidang tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono kepada ANTARA mengatakan, sidang ke-2 Komisi RI-Rusia bidang Kerjasama Teknik Militer tersebut, merupakan tindaklanjut persetujuan kedua wakil pemerintahan pada April 2003.

Pada sidang ke-1 Komisi bersama RI - Rusia bidang kerjasama teknik militer, di Rusia, disepakati penandatanganan 'Statuta Komisi Bersama Antara RI-Rusia' tentang Kerjasama Teknik Militer.

Selain itu, sidang juga menyepakati beberapa bentuk kerjasama, antara lain pengadaan alutsista, perbaikan dan perawatan suku cadang, pelatihan personel, pelibatan industri dalam negeri, serta pemberian lisensi produk.

Pada Sidang Ke-II Komisi ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan Memorandum Program Kerjasama Teknik Militer 2006-2010 khususnya pengadaan alutsista dari Rusia, Intellectual Property Right dan pembiayaan.

Tentang kredit negara senilai US$100 miliar yang ditawarkan Rusia, Menhan mengatakan, akan dialokasi sesuai kebutuhan masing-masing angkatan. "Tetapi pada tahap awal dana itu akan diprioritaskan pada kebutuhan angkatan udara," ujarnya.

Sidang ke-2 Komisi Kerjasama RI-Rusia akan berlangsung hingga Kamis (29/06) dengan delegasi Indonesia diketuai Sjafrie Sjamsoeddin dan delegasi Pemerintah Federal Rusia dipimpin oleh Denisov A.V. (*/lpk)


BERITA TERKAIT