
Sementara itu, Sekjen Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan bahwa pihaknya akan mencoba bertindak sebagai mediator, terkait dengan persoalan yang tengah dihadapi Fanny dan pebulutangkis Taufik Hidayat.
"Harus ada pertemuan keluarga antara Fanny dan Taufik agar Excell tidak jadi korban," katanya kepada wartawan.
Lebih lanjut, Arist mengaku kalau dirinya yakin Taufik mau membuka dialog dengan Fanny. Arist mengatakan bahwa langkah yang telah diambil Fanny sudah benar, dimana sebagai seorang ibu ia sudah berupaya memberitahukan kepada anaknya mengenai identitas siapa ayahnya.
Jika hal ini tidak dilakukan Fanny, Arist menilai Fanny juga telah melakukan pelanggaran pasal 7 Nomor 23 Tahun 2002, tentang UU Perlindungan Anak. Menurut Arist, pada tahap pertama yang akan dilakukan adalah tahap dialog.
Kalaupun nanti pada akhirnya tidak tercapai kesepakatan alias deadlock, maka dengan berat hati langkah yang paling akhir yaitu meminta Taufik melakukan tes DNA sebagai ungkapan kejujuran.
Catatan DNA inilah, lanjut Arist yang menjadi dasar siapa sebenarnya ayah dari Excell. "Terlepas Taufik mau mengakuinya atau tidak, hasil tes DNA ini menjadi dasar status Excell," ungkapnya.
Jika Taufik memilih untuk tidak melakukan tes DNA, papar Arist, itu merupakan pelanggaran terhadap anak berdasarkan UU Perlindungan Anak.
Arist mengemukakan, maksud Fanny beserta kuasa hukumnya, Rusdiyanto, datang ke kantor Komnas Anak adalah meminta perlindungan agar hak-hak Excell dipenuhi oleh orangtuanya, dalam hal ini Taufik yang diklaim Fanny sebagai bapak biologis dari Excell.
Sementara itu, Fanny mengakui langkah yang ditempuhnya semata-mata untuk Excell. Ia mengakui tidak berniat mencari keuntungan apa pun dari Taufik. Fanny hanya meminta sebuah pengakuan dari Taufik soal Excell.
Fanny sendiri mengaku sangat kecewa terkait dengan jawaban Taufik kepada media massa di kantor kuasa hukumnya beberapa waktu lalu.
"Agak kecewa, karena nggak ada keputusan dari dia. Aku bisa lihat dari jawabannya dia. Dia tidak terlalu banyak omong, bagi aku itu sudah merupakan jawaban dari dia," katanya.
"Tolong Taufik, jangan permasalahan ini dilarikan ke masalah lain. Ini lebih kepada kepentingan Excell, bukan kepentingan saya," tambahnya.
Ketika ditanya, apa reaksi Fanny jika Taufik nantinya mengakui Excell sebagai anak, kemudian meminta pengasuhan anak? Fanny spontan menjawab, "Saya tetap akan menolak untuk itu. Kepentingan saya di sini justru buat Excell," katanya. (fia/bun)
Lihat Profil: Taufik Hidayat
ka taufik semoga hubungannya denga amy bae2 ajah yaaa, dan semakin jaya di perbulutangkisan indonesia
taufik kamu harus jadi orang yang bertanggung jawab dan harus menjadi ayah yang baik bagi anak-anakmu karena mereka sangat membutuhkan figur seorang ayah.kamu harus kuat ya dalam menghadapi masalah ini dan selesaikan masalah ini dengan kepala dingin tanpa amarah dan penuh dendam.oke kamu pasti bisa.TUHAN YESUS MEMBERKATIMU