Hammam menegaskan bahwa ia kecewa karena juara Asia Jepang, semifinalis Piala Dunia 2002 Korea Selatan, serta Iran dan Saudi Arabia semuanya gagal menembus babak 16 besar.
Australia, yang lolos kualifikasi Piala Dunia dari Zona Oceania, tapi sekarang telah bergabung dengan AFC, berhasil mencapai babak 16 besar, namun kemudian secara menyakitkan tersingkir akibat penalti kontroversial menit terakhir saat dikalahkan Italia 0-1.
"Hasil di Jerman, kecuali Australia, membuat kecewa pendukung tim Asia. Semua berharap tim-tim kita bisa tampil lebih baik dari sebelumnya," kta Hammam seperti dikutip oleh situs resmi AFC.
"Saya yakin, kegagalan ini disebabkan oleh lemahnya struktur kompetisi, terutama kompetisi antar-klub, baik nasional maupun tingkat konfederasi," katanya.
"Kita tidak akan melihat kemajuan dengan standar internasional, jika kita tidak melakukan restrukturasi dan meningkatkan profesionalisme klub serta liga domestik kita," katanya menambahkan.
Bin Hammam berharap agar di masa depan, sepakbola Asia bisa melangkah lebih maju dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
"Kita memerlukan profesionalisme di segal aspek, termasuk aspek administrasi dan manajemen, demi menciptakan liga yang profesional dan bisa bersaing dengan klub diluar Asia," katanya.
"Sebagai presiden AFC, ini adalah fokus saya pada program pembinaan berikutnya. Kami bisa mencapai sasaran itu dan ini harus menjadi tujuan Asia ke depan," katanya.
Hammam mengatakan bahwa Australia lebih maju dibanding negara Asia lainnya karena banyak pemain mereka yang bergabung dengan klub luar negeri seperti Harry Kewell dan Mark Viduka yang membela klub papan atas dunia di Eropa.
"Menurut pendapat saya, kunci sukses mereka adalah karena klub mereka bertanding di liga yang ketat. Mereka benar-benar siap dengan standar tinggi di Piala Dunia," kata Hammam.
Sementara itu Ketua FIFA Sepp Blatter menyayangkan karena tidak ada satupun wakil dari Asia yang mampu ke babak 16 besar, dan berharap agar bergabungnya Australia dengan AFC bisa ikut mendongkrak prestasi Asia.
"Asia setidaknya bisa menyisakan satu wakil di babak 16 besar. Korea Selatan misalnya, sebenarnya hampir lolos. Ini sungguh menyedihkan bagi Asia," kata Blatter seperti dikutip www.FIFA.com. (*/lpk)