Kuis 'Super Deal 2 Milyar' ANTV Dimenangkan Guru SD
Kapanlagi.com - Kuis Super Deal 2 Milyar yang ditayangkan ANTV kian digemari pemirsa. Hadiah utama yang nilainya mencetak rekor tertinggi, telah dimenangkan. Dua orang ibu rumah tangga menjadi milyader. Ibu Mar, panggilan ibu Suti Martinah dan Ibu Hajjah Yati, panggilan ibu Waryati, keduanya adalah guru sekolah dasar di kawasan Jakarta Timur. Ketika Nico Siahaan, presenter kondang yang memadu kuis memasuki studio dan menengok barisan ibu-ibu peserta, pandanganya tertumbuk pada dua nama. Mar dan Yati. "Wah jadi ingat lagu lama, saya pun lantas bersenandung, Maryatiiii," kata Nico mengenang, saat ditemui di MU Café seusai Preskon Kuis Super Deal, Kamis (29/6). Dalam hitungan menit, sejarah tercipta. Untuk pertamakalinya di Indonesia, sebuah kuis memberikan hadiah utama senilai Rp 2 Milyar. Kuis yang ditayangkan ANTV setiap hari Senin sampai Kamis, pukul 19.00 malam, telah mencetak pemenang utama hanya dalam waktu kurang lebih 10 minggu. "Waktu itu saya bingung. Di tengah suasana gemuruh saya seperti linglung. Tidak tahu harus berbuat apa," kenang Ibu Yati. Ditemui dua pekan sejak peristiwa itu terjadi, Ibu Yati masih nampak tak percaya bahwa dirinya telah mencetak sejarah. Ia bersyukur, luapan kegembiraan bercampur haru. Bahkan dirinya tidak menyangka akan menjadi wakil tim. "Rasanya seperti mimpi. Bener nggak sih, memenangkan hadiah 2 Milyar," kata Bu Mar. Manajemen ANTV merasa ikut bahagia dan bersyukur karena hadiah utama yang nilainya terbesar adalam sejarah kuis di Indonesia, justru diraih oleh tim yang beranggotakan guru sekolah dasar. "Kesejahteraan guru sekolah dasar selalu jadi isu menarik dipemberitaan media. Kami senang, hadiah utama kuis Super Deal dimenangkan tim guru SD. Semoga hadiahnya bermanfaat bagi mereka," kata Daniel G Resowijoyo, Chief Operation Officer (COO) ANTV. "Hadiah ini untuk bekal pensiun," kata Bu Yati (58) yang dua tahun lagi akan memasuki usia pensiun. Akan halnya Bu Mar, kini berusia 55 tahun. "Saya ingin menggunakan hadiah kuis yang menjadi bagian saya untuk menunaikan ibadah haji bersama seluruh keluarga," kata Bu Mar. Bahkan sebelum berangkat, para guru ini sepakat jika hadiah utama berhasil diraih, sebagaian akan digunakan untuk membangun Mushola di sekolah mereka. Mushola itu sudah lama direncanakan, namun belum ada dana untuk membangunnya. "Kami kan punya kegiatan Lomba Kegiatan Agama (Loketa) setiap tahun," kata Bu Yati. Selain itu, mereka juga berniat menyisihkan untuk membantu korban gempa di Yogya dan Jateng. Selebihnya akan dibagikan ke semua anggota tim. (kl/wwn) |