Plt Dirut PLN Djuanda Nugraha Ibrahim usai rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis mengatakan, pekan depan, pihaknya akan melakukan rapat dengan Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik guna membicarakan pelaksanaan tender itu.
"Dalam rapat nanti, dari 30 pembangkit di luar Jawa dan 10 di Jawa (yang masuk dalam pembangkit 10.000 MW), mungkin ada yang ditender dan mungkin ada yang ditunjuk langsung," katanya.
Sebelumnya, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pada Jumat (30/6), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani dua perpres dan satu peraturan pemerintah (PP) guna menyukseskan program pembangunan pembangkit berbahan bakar batubara itu.
Dua perpres itu adalah Perpres No 72 Tahun 2006 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik dan Perpres mengenai penugasan PLN dalam program tersebut.
Serta, satu PP mengenai perubahan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL).
Djuanda berharap, proses tender bisa diselesaikan akhir September atau awal Oktober 2006.
"Kalau sesuai jadwal, maka pada 20 Oktober 2006, sudah harus dilakukan penandatanganan kontrak dengan pemenangnya," ujarnya.
Namun, kalau melalui penunjukan langsung, maka proses penandatangan bisa lebih cepat dua minggu.
Dengan skenario itu, lanjut Djuanda, pihaknya optimis jadwal penyelesaian pembangunan pembangkit listrik tetap dapat diselesaikan pada pertengahan 2009.
Mengenai pendanaannya, PLN berharap mendapatkannya dari kontraktor "engineering, procurement, and contruction" (EPC).
"Karena, PLN tidak punya uang," katanya.
Sedang, mengenai pengadaan transmisi jaringannya, Djuanda mengatakan, tidak masalah. Sebab, pembangkit yang dibangun khususnya di Jawa terletak tidak jauh dari interkoneksi Jawa-Bali.
"`Narik` kabelnya tidak terlalu panjang," katanya.
Apalagi, tambahnya, Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV jalur Paiton-Kediri-Klaten-Tasik-Depok dijadwalkan rampung pertengahan Juli 2006.
"Sehingga, pembangkit baru akan lebih mudah masuk ke sistem," ujarnya. (*/dar)