PGN Tak Ubah Spesifikasi Gas Untuk Busway
Kapanlagi.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengungkapkan, pihaknya sama sekali tidak mengubah spesifikasi gas buat konsumsi bahan bakar gas (BBG) busway.Sekretaris Perusahaan PGN Widyatmiko Bapang di Jakarta, Kamis mengatakan, PGN hanya berperan sebagai pengangkut gas dari sumber gas milik BP West Java sampai ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). "Setelah sampai di titik M/RS (metering and regulating station) gas bumi masuk ke peralatan pelanggan dan pelanggan dapat menaikkan atau menurunkan tekanan sesuai kebutuhan," katanya. Dengan demikian, lanjutnya, bukan tanggung jawab PGN lagi, apabila ditemukan kandungan air dan oli dalam tabung BBG busway. Sebelumnya, pengelola busway jalur II dan III, PT Trans Batavia mengeluhkan terdapatnya kandungan air dan oli pada tabung BBG busway. Menurut Dirut Trans Batavia Azis Riesmaya Mahfud mengatakan, kandungan air dan oli itu mempercepat kerusakan mesin. Bapang menambahkan, tekanan gas pada M/RS hanya empat bar, dan guna keperluan Compressed Natural Gas (CNG), gas bumi tersebut tekanannya dinaikkan menjadi 200 bar. Menurut dia, dengan tekanan yang sedemikian besar, bisa menyebabkan kondensasi, sehingga setiap instalasi BBG harus dilengkapi "drier" (pengering) guna menurunkan kadar air. "Jika kemudian ditemukan kandungan air dan oli dalam tabung gas busway, seperti yang dilaporkan Trans Batavia, maka PGN berharap dilakukan penelitian dan kajian lebih lanjut bersama pihak-pihak terkait guna mengetahui kondisi sebenarnya sehingga dapat ditemukan penyebabnya," ujarnya. Saat ini, sebanyak tiga SPBG yang diperuntukkan bagi kebutuhan busway koridor II dan III mendapat pasokan gas PGN. Ketiga SPBG itu berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jakarta Timur, Jl Daan Mogot, dan Jl Pemuda. (*/rit) |