< >

Sabang Akan Jadi Bandara Internasional

Jum'at, 07 Juli 2006 09:06
Kapanlagi.com - Bandara Maimun Saleh, Kota Sabang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan ditingkatkan untuk melayani penerbangan internasional dengan tujuan Phuket (Thailand), Pulau Penang dan Langkawi (Malaysia) dan Singgapura.

"Sebagai tahap pertama tahun 2006, kita akan memulai dengan memperpanjang landasan pacu (runway) dari 1.800 menjadi 2.000 meter dan pembenahan berbagai fasilitas pendukung bandara," kata Penjabat Walikota Sabang, TM Yusuf, kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat.

Rencana pembukaan jalur penerbangan internasional itu bertujuan untuk melayani permintaan para investor dan wisatawan mancanegara yang saat ini sedang menjajaki kemungkinan investasi di pulau berpenduduk sekitar 26 ribu jiwa tersebut.

"Kalau runway sudah diperpanjang dan bisa didarati pesawat jenis fokker serta berbagai fasilitas penunjang bandara tersedia, maka para wisatawan mancanegara serta pebisnis dapat langsung terbang ke Sabang dari negara asalnya," tambah dia.

Ia menjelaskan pasca konflik bersenjata, Kota Sabang telah banyak diincar para pebisnis mancanegara untuk menjajaki berbagai peluang bisnis yang memungkinkan dilakukan di pulau berjarak sekitar 14 mil laut dari pesisir Kota Banda Aceh tersebut.

"Saya yakin, dengan undang undang baru tentang pemerintahan di Aceh (UUPA) banyak pebisnis dalam dan luar negeri mengincar Sabang untuk melakukan investasinya," ujar TM Yusuf.

Salah satu investasi asing yang akan kerjasama dengan pemerintah Provinsi NAD dan Pemerintah Kota Sabang adalah pengelolaan kawasan pelabuhan oleh Dublin Port, Irlandia.

"Dublin Port tampaknya serius untuk mengembangkan pelabuhan Sabang berskala internasional. Saat ini, staf ahli kepelabuhan Dublin Port itu sedang membantu pihak Badan Pengelola Kawasan Sabang (BPKS) untuk pengembangan pelabuhan," kata walikota.

Selain itu, beberapa pengusaha dari Asean juga sedang menjajaki kemungkinan pembangunan hotel bertaraf internasional di Sabang, jelas dia.

Pada bagian lain, TM Yusuf menjelaskan, Pulau Weh (Sabang) memiliki potensi alam, terutama untuk pengembangan sektor pariwisata. Potensi pariwisata andalan Sabang saat ini adalah taman laut Pulau Rubiah.

Sebelum pecahnya konflik Aceh 1999, Sabang menerima kunjungan wisatawan mancanegara rata-rata sebanyak 5.000 turis. (*/rit)