Kepada wartawan usai diskusi Pencegahan Pornografi dan Pornoaksi, Kamis di Manado, Elly Risman mengatakan, hasil penelitian terhadap 1.705 anak di Jakarta bahwa sekitar 20% telah mengetahui pornografi dari internet.
Umumnya anak-anak tersebut murid kelas IV hingga kelas VI SD, katanya, sambil menambahkan, saat ini penggunaan internet semakin mudah, sehingga perlu penguatan terhadap keluarga dan guru bahwa tehnologi itu ada juga negatifnya.
Perkembangan internet cepat sekali dan saat ini terdapat sekitar 4,2 juta situs porno bisa diakses dengan mudah melalui tehnologi canggih itu.
Begitupula lebih dari 20.000 gambar anak-anak porno tersedia dalam layanan intrenet, disamping terdapat penyebaran pornografi lewat acara-acara televisi.
Sebab itu, peranan orang tua sangat penting bagi perkembangan anak-anak agar tidak terpengaruh pornografi, maka memberikan pondasi agama sangat penting bagi anak.
Meningkatkan komunikasi dengan anak, menegakkan disiplin disertai kaih sayang, mencermati pengaruh teman dan lingkungan sekolah, merupakan cara paling bijaksana untuk hindari anak-anak dari jeratan pornografi atau pornoaksi. (*/lpk)