Cahill (26), bintang klub Everton menyadari bahwa FFA harus membuat keputusan tepat jika mereka ingin mengembangkan fondasi kokoh yang telah ditanam oleh Hiddink.
Pelatih asal Belanda tersebut membawa Socceroos melaju ke putaran final Piala Dunia untuk pertamakalinya sejak 1974 dan kemudian mengantar tim tersebut untuk melangkah hingga babak 16 besar, dimana mereka kalah tipis dari Italia yang akhirnya tampil sebagai juara.
Tetapi Hiddink lebih memutuskan meninggalkan Australia dan melatih Rusia. Keputusan Hiddink itu pun meninggalkan berjuta masalah bagi FFA untuk mencari penggantinya.
Cahill, pemain kelahiran Sydney adalah pemain yang cukup baarhati-hati dan menyatakan di situs Everton: "Ini hanyalah soal waktu. Sebagai pemain, kami akan melakukan pekerjaan kami dan tidak mencampuri pekerjaan pegawai di FFA.
"Saya pikir kami masih memiliki Graham Arnold --asisten pelatih-- dan ia juga sangat mengenal pemain. Ia pun figur yang tepat.
"Menjadi pelatih Australia memang ada di depan mata tetapi kami tidak akan langsung memilih seseorang yang tiba-tiba muncul."
Manajer Lyon Gerard Houlier telah berbicara dengan FFA dan Cahill yang menyarangkan dua gol pada Piala Dunia ini saat melawan Jepang, menambahkan: "Mungkin banyak manajer yang tertarik dengan Australia dan hal tersebut adalah sebuah pujian besar bagi kami." (*/lpk)