< >

Meski Lelang Meningkat. Harga Gula Masih di Bawah HET

Jum'at, 14 Juli 2006 12:05
Kapanlagi.com - Harga eceran gula di tingkat konsumen diperkirakan masih tetap dibawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Menteri Perdagangan, meski pada pekan ini hasil lelang gula menunjukkan adanya peningkatan harga yang cukup signifikan.

Informasi yang dihimpun di Surabaya, Jumat, menyebutkan, hasil lelang gula yang dilakukan sejumlah produsen gula, termasuk PTPN XI, pekan ini didapati harga Rp5.315 per kilogram, naik dibanding lelang dua pekan sebelumnya yang disepakati harga Rp5.191 per kilogram.

Harga lelang Rp5.315 per kilogram tersebut, disepakati untuk lelang sebanyak 9.665 ton gula pada Rabu (12/7), dimana 8.665 ton adalah gula milik petani dan 1.000 ton lainnya milik PTPN XI.

Menurut catatan ANTARA, harga tertinggi dicapai saat kegiatan lelang pertama diadakan PTPN XI pada akhir Mei 2006, yakni Rp5.528 (terendah) dan Rp5.545 (tertinggi) per kilogram. Namun setelah itu, harga lelang gula terus mengalami penurunan.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, juga telah mengeluarkan surat edaran yang menyebutkan agar harga lelang gula tidak lebih dari Rp5.200 per kilogram, sehingga harga yang ada di tingkat eceran nantinya tidak melebihi HET sebesar Rp6.000 untuk Pulau Jawa dan Rp6.200 untuk luar Jawa.

Associated Corporate Secretary PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, Adig Suwandi yang dikonfirmasi terpisah terkait hal ini menyebutkan, kembali membaiknya harga lelang pekan ini, salah satu penyebabnya adanya lonjakan harga gula dunia yang kini sekitar 490 dolar AS per-ton (harga di negara asal), dari sebelumnya 460 dolar AS per-ton.

"Meski tidak terkait langsung, tapi kenaikan harga gula dunia menjadi salah satu pertimbangan pedagang dan distributor untuk menawar harga saat lelang," ucapnya.

Adig menjelaskan, dengan harga gula dunia saat ini, harga yang terbentuk sampai di gudang importir setelah dikenai berbagai tambahan biaya, seperti bea masuk, PPN, PPh, ongkos angkut dan lainnya menjadi sekitar Rp5.400 per-kilogram.

"Jadi tidak heran, kalau pedagang dan distributor memasang harga penawaran diatas Rp5.310 per kilogram saat lelang kemarin," paparnya.

Dengan harga lelang yang tercapai pekan ini, setelah dihitung dengan ongkos transportasi dan distribusi, harga terbentuk di tingkat konsumen diperkirakan berkisar Rp5.850-Rp5.900 per kilogram di Pulau Jawa dan Rp6.000-Rp6.100 per kilogram untuk luar Jawa.

"Jadi masih dibawah HET," ujarnya, menegaskan.

Sementara itu, kalangan petani tebu dan produsen gula menyambut positif kenaikan harga lelang gula yang terjadi pekan ini dan berharap harga tersebut bisa dipertahankan, bahkan terus membaik.

"Kami bersyukur, harga gula lelang mulai membaik lagi, karena sebelumnya terus menurun. Mudah-mudahan nantinya bisa lebih baik lagi, sehingga kami lebih bergairah tanam tebu," tutur sejumlah petani tebu di Mojokerto dan Jombang. (*/rit)