"Mereka (pengungsi) minta disewakan rumah dan kita siap. Dari jumlah itu terdiri dari sekitar 1.800 kepala keluarga," kata General Manager PT Lapindo Brantas Inc. Imam Agustino kepada pers di Surabaya, Jumat (14/07).
Namun, Imam tidak bersedia merinci akan disewakan ke daerah mana para pengungsi tersebut dan berapa perkiraan dana yang diperlukan.
Imam hanya menegaskan, selain bantuan yang telah diterima pengungsi selama ini, pihaknya juga akan memberikan bantuan Rp300 ribu per jiwa kepada masyarakat yang terkena dampak lumpur panas.
Kejadian meluapnya lumpur panas dari sumur eksplorasi sumur Banjar Panji-1 sudah memasuki hari ke-45.
Ditanya soal berapa kerugian akibat kejadian tersebut baik teknis maupun non-teknis, dia mengatakan, semuanya masih dihitung. "Belum ada angka pasti karena semua sedang dihitung," katanya.
Sementara, perkembangan pengerjaan pengeboran sumur Banjar Panji-1 untuk menghentikan semburan lumpur panas dengan menggunakan alat snubbing unit terus berlangsung dan hingga pukul 09.30 WIB sudah mencapai 2.418 feet.
"Sekitar jam 08.30 WIB, lapisan semen pertama pada 2.358 feet sudah berhasil di tembus. Ketebalan lapisan pertama semen itu 140 feet dan kini sedang berupaya menuju pada ke lapisan semen kedua setebal 200 feet," kata pekerja Lapindo, Bambang di lokasi sumur.
Sebelumnya, Ketua Tim Independen Penanggulangan Sumber Semburan dari unsur DESDM, Rudi Rubiandini R.S memperkirakan penghentian sumber semburan yang diperkirakan pada kedalaman 6000 feet pada sepekan ke depan.
Hal itu bisa dilakukan, kata Rudi, asalkan fish (benda yang tertinggal dalam lubang sumur oleh Lapindo berupa mata bor) telah jatuh ke dasar sumur sehingga pipa akan dimasukkan sedalam mungkin untuk mensirkulasikan lumpur berat hingga semburan mati.
Bila hal itu tidak berhasil, lanjut Rudi, maka akan dijalankan rencana kedua dengan tetap melanjutkan pengeboran semen namun melewati fish dan kemudian diisi lumpur berat agar dapat menutup asal semburan.
Jika keduanya juga tidak berhasil, tambah Rudi, maka skenario ketiga yakni dilakukan pemboran relief well sejauh 1.641 feet dari sumur dengan arah yang berlawanan dari sumber semburan.
"Lubang dibor dengan titik belok pertama lubang vertikal pada posisi dangkal dan berusaha menyelusuri lubang lama dengan alat Gyroskop, kemudian masuk ke dalam lubang lama dibawah fish," tutur Rudi.
Pada tahap itu diperkirakan memakan waktu selama tiga bulan, sedangkan skenario kedua, sebulan.
Dia menambahkan untuk mempercepat penanganan, ketiga rencana tersebut telah disiapkan berbarengan. Contohnya saat ini telah dibangun pondasi untuk pengeboran relief well.
Snubbing unit sendiri telah dipasang sejak hari ke-14 atau sekitar dua minggu lalu, sedangkan hari ini (14/7) sudah memasuki hari ke-45. (*/rit)