BLU Transjakarta Terapkan Sistem Pengamanan Baru

Kapanlagi.com - Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta dalam bulan Juli ini berencana menerapkan sistem pengamanan bergerak di dalam busway khusus koridor II dan III untuk mengatasi minimnya petugas menyusul pemberhentian sekitar 300 lebih karyawan busway pada 7 Juli lalu.

"Rencananya dengan sistem pengamanan bergerak (moving system) satgas akan kembali ditempatkan dalam busway seperti sebelumnya, tapi mereka akan bergerak dari satu halte ke halte berikutnya," kata Kepala Bidang Operasional dan Pengendalian BLU Transjakarta, Rene Nunumete di Jakarta, Jumat (14/07).

Dia mencontohkan, satgas di koridor III halte Pasar Baru naik ke bus, lalu turun di halte berikutnya (halte Juanda) dan digantikan satgas yang ada di Halte Juanda, demikian seterusnya.

Sistem pengamanan ini akan diberlakukan selama bulan Juli, atau maksimal setelah ada pihak ketiga sebagai pemenang tender pengadaan karyawan baru.

"Ini hanya sementara, kalau sudah ada karyawan baru, maka petugas ditempatkan lagi di dalam busway, dan sistem ini dihapuskan," katanya.

Pasca pemutusan hubungan kerja sekitar 300-an karyawan kontrak, dia mengakui, BLU kewalahan menampung keluhan dan masalah yang disampaikan penumpang busway.

"Banyak penumpang yang mengeluh karena tidak ada petugas yang biasa berada di dalam busway," katanya.

Keluhan tersebut, kata satgas Busway Hasan, terkait ketidaknyamanan karena busway yang telalu penuh sesak penumpang, merokok di dalam busway, makan dan minum di dalam busway, anak-anak yang muntah dan bahkan buang air kecil di dalam busway.

"Penumpang mengeluh busway jadi kotor, banyak sampah berserakan padahal sudah ada tempat sampah di dalam busway," katanya

Sejumlah penumpang juga mengeluh sering terlambat sampai di tempat tujuan karena busway terjebak macet.

"Saya sudah beberapa kali terlambat naik busway koridor III, kalau jalanan macet biasanya ada satgas busway yang mengatur, tapi saya lihat di jalan sekarang sudah tidak ada lagi," kata Suheti, karyawan swasta.

Terkait keluhan tersebut, Rene Nunumete mengakui petugas patroli di lapangan yang biasa mengatur lalu lintas busway juga terkena PHK. Untuk mengatasinya, BLU telah mengirimkan surat kepada kapolsek dan kapolres di kawasan yang dilewati busway, tujuannya meminta bantuan mengatur kelancaran busway di setiap simpul pertigaan atau perempatan jalan yang ramai atau macet.

"Penumpang mengeluh waktu tempuh menjadi lebih lama, misalnya dari Pecenongan ke Kalideres biasanya hanya 50 menit, sekarang bisa satu jam lebih. Penyebabkan busway terjebak macet di daerah Tomang dan sekitarnya, kareanya kami minta bantuan dari kepolisian dan perugas dishub DKI," katanya.

Petugas busway pada awal tahun 2006 sebanyak 650 orang, namun karena kontrak kerja antara BLU dan pihak ketiga (PT SIGAP) sebagai penyedia tenaga kerja sudah berakhir pada bulan Juni, maka berakhir pula masa kerja petugas. Kini jumlah personil petugas tersisa 345 orang.

Berkurangnya petugas paling banyak di koridor II dan III, di koridor II misalnya, awalnya terdapat 212 petugas kini berkurang menjadi 52 orang. Sedangkan di koridor III awalnya 212 orang berkurang menjadi 76 orang.

Jumlah busway saat ini sebanyak 150 armada yang terbagi untuk tiga koridor. Koridor I sebanyak 85 armada, Koridor II sebanyak 28 armada, dan Koridor III sebanyak 37 armada. Petugas busway bekerja 40 jam per minggu dengan sistem dua shift per hari.

Penerapan sistem ini rencananya diujicobakan untuk dua koridor saja (II dan III), sedangkan koridor I tetap menggunakan sistem pengaman biasa (tidak bergerak) sebab belum ada PHK pada petugas di koridor ini. (*/rit)

©2003-2007 KapanLagi.com