"Bila klub-klub dan beberapa orang yang mengelola klub-klub itu melakukan kesalahan dan bila mereka terbukti bersalah mereka harus membayar, bahkan meskipun kita menjadi juara dunia," katanya kepada Reuters dalam suatu wawancara.
Prodi mengatakan hal itu pada saat empat klub terkemuka Italia dan 25 pejabat menunggu keputusan pengadilan dalam pengadilan pengaturan hasil pertandingan Seri A. Keputusan tersebut diharapkan dikeluarkan Jumat malam (Sabtu WIB).
Kemenangan Italia di Piala Dunia di Jerman menimbulkan seruan bagi amnesti umum, tetapi Prodi mengatakan ia tidak menyetujuinya.
"Bila Anda membingungkan kedua pihak, maka Anda tidak memberikan teladan yag harus diberikan. Bila pengadilan membuktikan ada beberapa kecurangan (mereka harus membayar)," katanya.
"Anda tahu betapa pentingnya sepakbola bagi generasi muda dan bagi moralitas yang mendalam negara tersebut, karena sepakbola demikian populer. Bila Anda memberi pesan bahwa tidak ada masalah karena kami menang (dalam Piala Dunia), saya tidak berpendapat bahwa hal itu dibenarkan."
Juara Seri A, Juventus, AC Milan, Fiorentina, dan Lazio, dan 25 individu -- termasuk para pejabat klub dan federasi, wasit dan hakim garis, dituduh bersekongkol untuk melakukan kecurangan dalam pertandingan Seri A pada musim 2004-5.
Prodi mengatakan, suatu hukuman untuk memberi contoh teladan tetapi adil akan membantu memperbaiki citra negara tersebut.
"Proses memperbaiki citra suatu negara (termasuk) memberi pesan bahwa keadilan telah ditegakkan. Bila mereka tak bersalah, itu baik. Bila mereka terbukti bersalah, maaf," katanya.
Atas pertanyaan apakah ia berpendapat akan adil bahwa para pemain hebat yang membantu Italia memenangi Piala Dunia mungkin akan ikut menderita bila tim mereka didegradasi, ia bergurau, "Mereka adalah pemain-pemain hebat dan mereka akan mendapatkan tempat (untuk bermain). Mereka tidak akan menjadi pengangguran. Anda tidak dapat mencampuradukkan kedua hal itu."
Juventus secara luas dianggap sebagai pusat skandal itu, yang meledak bulan Mei, ketika sadapan pembicaraan telefon mengungkapkan bahwa mantan direktur utama klub tersebut, Luciano Moggi, membahas penunjukkan wasit dengan para pejabat dari Federasi Sepakbola Italia (FIGC).
Bila terbukti bersalah Juventus berisiko diturunkan ke divisi ketiga Italia atau lebih rendah dan dicoret dari gelar Seri A, yang dimenanginya dua musim belakangan ini.
AC Milan, Fiorentina, dan Lazio menghadapi kemungkinan degradasi ke Seri B, sementara para individu berisiko mendapat hukuman larangan dari olahraga tersebut.
Semua yang terbukti bersalah dapat naik banding, tetapi proses banding tersebut harus dirampungkan pada 25 Juli -- batas waktu yang ditetapkan UEFA bagi FIGC untuk mengajukan daftar tim untuk musim Liga Champions mendatang dan kompetisi UEFA Cup. (*/cax)