
"Kita menggundang ibu-ibu pengajian. Proses ini sebagai awal pernikahan kami," ujar Alya dengan nada senyum.
Menurut Alya, sebelum akad nikah, ia lebih banyak berdoa kepada Allah agar pelaksanaan akad nikah berjalan lancar. Bahkan Alya juga meminta restu anak semata wayangnya untuk menikah. Bagi Alya pernikahan keduanya nanti merupakan acara sankral dan mendebarkan.
"Terus terang aku lebih banyak berdoa dari pada tersenyum. Namanya aja nikah, aku masih trauma dengan pernikahan yang dulu," akunya.
Kendati sedih, namun Alya tidak bisa menghilangkan rasa gembira. Pasalnya ia akan segara punya pendamping hidup yang bisa memberikan pelayanan sekaligus mengayominya. "Perasaan aku sedih bercampur gembira. Gembira karena aku bisa menikah, sedihnya aku takut gagal lagi," ujarnya. (kl/iin)
Lihat Profil: Alya Rohali