< >

Akibat Tsunami, Industri Perikananan Rugi Rp50 Juta Per Hari

Rabu, 26 Juli 2006 15:32
Kapanlagi.com - Pelaku industri perikanan di Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat mengeluhkan bencana gempa bumi dan gelombang tsunami beberapa waktu lalu mengakibatkan pihaknya menderita kerugian mencapai Rp50 juta per hari.

Susi Pudjiastuti, seorang pelaku usaha perikanan setempat di Jakarta, Rabu menyatakan, sejak bencana gempa dan tsunami melanda pantai selatan pulau Jawa banyak nelayan tak melaut sehingga industri perikanan kekurangan bahan baku terutama udang dan lobster.

"Kondisi tersebut mengakibatkan kami tak bisa memenuhi permintaan pasar ekspor," katanya.

Menurut dia, hal itu menjadikan para pembeli dari luar yang selama ini telah menjadi langgananya menghentikan permintaan produk perikanan dari perusahaannya.

Meskipun demikian, tambahnya, pihaknya tetap berusaha melakukan pendekatan terhadap para pembeli dari luar agar bisa memahami kondisi yang terjadi saat ini karena "force majeour" yakni faktor alam yang tak bisa diperhitungkan sehingga mereka tidak menghentikan pembelian yang telah disepakati.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Darsono menyatakan, pemda akan membantu mengatasi permasalah kurangnya pasokan bahan baku yang diderita industri perikanan di wilayah tersebut.

Dikatakannya, untuk menggantikan pasokan bahan baku dari Pangandaran, pihaknya telah meminta dipenuhi dari kawasan Indramayu, Cirebon maupun Sukabumi.

Sebelumnya nelayan dari Kecamatan Parigi, Ciamis menyatakan, semenjak kejadian gempa bumi dan tsunami yang melanda pantai Pangandaran dirinya tidak lagi melaut untuk mencari ikan karena perahunya mengalami kerusakan sementara alat tangkapnya hilang.

"Sudah seminggu ini kami tidak menangkap ikan dan untuk memenuhi kebutuhan hidup harus berhutang ke warung," kata Asep nelayan setempat yang mengaku dengan perahu berukuran 9x1 meter sebelum musibah itu bisa mendapatkan ikan sebanyak 2 kuintal setiap hari. (*/rit)