< >

Tiga Propinsi Perlu Dicermati Terkait Endemi Flu Burung

Selasa, 01 Agustus 2006 18:02
Kapanlagi.com - Ketua Pelaksana Harian Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI), Bayu Krisnamurthi menyatakan, tiga propinsi di Indonesia perlu dicermati terkait dengan penyebaran virus flu burung di Indonesia.

"Tiga daerah ini perlu dicermati karena di wilayah itu sudah terjadi endemi flu burung pada hewan, tetapi hingga saat ini belum ada korban jiwa," kata Bayu Krisnamurthi di Gedung Departemen Keuangan Jakarta, Selasa (01/08).

Ia menyebutkan, tiga daerah itu adalah Bali, Riau, dan Sulawesi Selatan. Di Bali, jika terjadi korban jiwa akibat flu burung, maka implikasinya akan sangat besar bagi daerah itu.

"Ini akan berpengaruh pada kehidupan perekonomian, seperti pengalaman sebelumnya negara lain akan memberlakukan travel warning. Ini yang harus mendapat perhatian," kata Bayu yang juga Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan.

Bahkan di Sulawesi Selatan, katanya, sudah ada pasien yang sudah positif mengidap virus flu burung, tetapi masih hidup.

Ia menyebutkan, setiap negara harus memiliki stok Tamiflu dengan jumlah paling tidak sekian persen dari jumlah penduduk yang kemudian didistribusikan di sejumlah titik.

"Tamiflu dapat mengobati kalau pasien sudah diberi obat itu kurang dari 48 jam sejak terinfeksi virus itu. Lewat dari itu, peluangnya sangat kecil," katanya.

Menurut dia, yang mendesak perlu dilakukan untuk menghindari virus mematikan itu adalah kesadaran untuk hidup bersih.

Masalah anggaran juga harus mendapat perhatian dalam rangka melakukan tindakan yang cepat baik terhadap unggas yang menjadi penular virus maupun manusia yang terinfeksi virus itu.

Rumah sakit-rumah sakit yang ada, katanya, juga harus ditingkatkan kemampuannya dalam menangani kasus-kasus flu burung.

"Dalam jangka panjang, kemungkinan industri peternakan juga harus direstrukturisasi," kata Bayu Krisnamurthi. (*/lpk)