"Karena situasi keamanan dan jam malam serta kurangnya pelayanan di Baghdad, yang tidak cocok untuk latihan, dan sejak saya menerima ancaman tersebut, saya telah mengajukan pengunduran diri dan pergi ke Kurdistan," katanya.
Sebuah bom di samping lapangan sepakbola di barat Bagdad pada Rabu menewaskan sedikitnya 12 dan melukai 13 orang, terutama pemain-pemain sepakbola muda, menunjukkan kondisi berbahaya di ibukota tersebut.
Baghdad memberlakukan jam malam mulai pukul 9 malam hingga 6 pagi dan Salman mengatakan dengan cara seperti itu akan sulit untuk berlatih.
"Saat kami berada di Arbil, kami bisa bermain pada siang hari atau malam," tambahnya mengenai kota di sebelah utara yang lebih damai.
Salman mengambil alih sebagai pelatih Irak dari Adnan Hamad tahun lalu, yang membuka kualifikasi Piala Asia 2007 mereka dengan kekalahan dari Singapura dan kemenangan atas Cina.
Mereka menghadapi Palestina di Amman, Yordania pada kualifikasi ketiga 17 Agustus mendatang. (*/cax)