Asosiasi Sepakbola Libanon mengirimkan surat resmi kepada AFC Senin berisi permohonan pengunduran diri dengan alasan "situasi tragis" akibat pemboman Israel.
LFA dalam surat mereka mengatakan, bahwa serangan Israel menyebabkan para ofisial tak bisa berhubungan dengan beberapa pemain nasional, sementara ditutupnya bandara Beirut dan dijatuhkannya bom merusak jalan-jalan utama sehingga pertandingan tandang sulit dilakukan.
Komite kompetisi AFC bertemu di Kuala Kumpur Kamis dan memutuskan menerima permintaan Libanon itu tanpa dikenai hukuman atau sanksi, kata AFC dalam situs mereka.
Hasil imbang 1-1 Libanon lawan Kuwait di Beirut pada pembukaan kualifikasi mereka pada 22 Februari akan dinyatakan tidak ada dan Grup D - yang juga terdapat Australia dan Bahrain - akan dilanjutkan sebagai grup dengan tiga tim, demikian ditambahkan.
Israel melancarkan serangan terhadap Libanon setelah Hizbullah menangkap dua serdadu Israel dalam razia di perbatasan 12 Juli lalu. (*/cax)