Kepala Dinas Kimpraswil Provinsi Jambi, Ir Nino Guritno mengatakan di Jambi, Sabtu, sekitar 100.000 hektare lahan tidur yang potensial untuk pertanian, perikanan, peternakan dan pertambangan membutuhkan sarana irigasi dan drainase.
Instansinya memprioritaskan pembangunan tata air pertanian guna mengaktifkan lahan tidur, termasuk yang mengalami kerusakan.
Lahan pertanian di Jambi yang luasnya 250.000 hektare lebih itu belum sepenuhnya mendapat pasokan air yang diatur secara baik, sehingga menghambat program peningkatkan produksi pangan.
Irigasi yang ada saat ini baru mampu melayani sekitar 60 persen dari potensi yang ada, sisanya masih tergantung pada musim dan alam, seperti di areal pasang surut dan daerah tadah hujan, katanya.
Jika pengaturan air ditingkatkan, produksi pertanian khususnya beras akan mampu memenuhi kebutuhan beras dalam daerah dan provinsi tetangga, bahkan untuk ekspor.
Guna mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia itu, pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait, yang mempunyai peta lahan pertanian yang potensial dan prioritas untuk di aktifkan.
Tiap tahun selalu dilakukan koordinasi program kerja, baik dalam perluasan maupun pemaanfaatan potensi lahan melalui pengembangan pembangunan drainase dan irigasi. (*/rit)