Sebelumnya, Arabiya melaporkan bahwa empat serdadu Israel tewas akibat serangan roket di desa Aita Shaab, Lebanon selatan.
Dikatakannya bahwa tujuh serdadu lain tewas dalam pertempuran di desa lain di selatan, tanpa memberi rincian.
Kelompok gerilyawan Syiah Lebanon Hizbullah juga mengumumkan hari Rabu bahwa pejuangnya menewaskan atau melukai sekitar 11 serdadu Israel dalam pertempuran sengit di Lebanon selatan.
"Pejuang kami menewaskan atau melukai sepuluh atau sebelas serdadu Zionis di dekat Taibeh dan Talet Nahas di Lebanon selatan," kata sumber Hizbullah kepada kantor berita Jerman DPA.
Dari Dubai dikabarkan bahwa televisi berita Arab Aljazirah mewartakan bahwa sebelas serdadu Israel tewas dalam pertempuran sengit dengan pejuang Hizbullah di Lebanon selatan hari Rabu.
Televisi itu tidak segera memberi rincian, tapi sumber di stasiun itu mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP bahwa menurut sumber Aljazirah di lapangan, empat serdadu Israel tewas dalam pertempuran di desa perbatasan Aita Shaab dan Taibeh, sementara tujuh lagi di desa Debel.
Balatentara Israel tidak memastikan kematian itu.
Wanita jurubicaranya sebelumnya menyatakan 15 serdadu Israel "tertembak" dalam pertempuran sengit dengan pejuang Hizbullah di Lebanon selatan saat kemelut itu memasuki pekan kelima.
Pada hari Selasa, pejuang Hizbullah menembakkan roket anti-tank, bom mortir dan senapan serbu untuk bertempur sengit dengan satuan infanteri dan lapis baja Israel di Lebanon selatan, yang menewaskan tiga serdadu negara Yahudi itu.
Balatentara Israel menyatakan peluru kendali anti-tank tembakan gerilyawan Hizbullah menewaskan satu serdadu dan mencederai lima lagi di dekat kota Bint Jbeil, tempat pertempuran sengit terjadi dan menewaskan tiga tentaranya hari Senin.
Dengan menggambarkan kejadian terahir itu, jurubicara tentara menyatakan peluru kendali menghantam kendaraan zeni dan pasukan infanteri
Ia menyatakan balatentaranya menewaskan 15 pejuang Hizbullah di wilayah itu sejak beberapa hari lalu.
Tentara menyatakan dua serdadu lagi terbunuh dalam tembak-menembak dengan gerilyawan Syiah Lebanon itu di desa Labuna, sedikit di timur kota perbatasan pantai Naquora.
Hizbullah menyatakan pejuangnya menghancurkan satu buldozer Israel di dekat kota Bint Jbeil. Selain itu, dua tank juga hancur di dekat desa Aitarun dan menewaskan atau mencederai awaknya.
Pesawat tempur dan senjata berat Israel menembaki berbagai daerah perbatasan, sementara Hizbullah meluncurkan sejumlah roket ke wilayah Israel utara.
Sumber keamanan Lebanon menyatakan sekitar 10.000 serdadu ditempatkan sampai tujuh kilometer di dalam wilayah Lebanon. Mereka mencoba menyingkirkan Hizbullah dari perbatasan dan mematahkan serangan roket ke Israel utara.
Pemerintah Israel merencanakan memperluas serangan darat ke arah sungai Litani, yang mengalir dari sekitar lima sampai 25 kilometer di Lebanon selatan, untuk merebut tempat peluncuran roket dan bunker Hizbullah.
Sedikit-dikitnya, 961 orang tewas di Lebanon akibat kemelut itu, yang dipicu penawanan dua serdadu Israel oleh Hizbullah pada 12 Juli, sementara 98 orang Israel tewas, 76 di antaranya serdadu. (*/lpk)