Ning, seorang karyawati Blok M Plaza mengatakan ia lebih memilih naik bajaj atau naik taksi daripada harus naik kancil yang harganya relatif sama dengan taksi.
"Dengan kancil saya harus membayar Rp11 ribu dari Jl.Radio Dalam ke Blok M Plaza, padahal dengan bajaj saya hanya membayar Rp 6 ribu," katanya.
Menurut Ning, pada saat itu ia memang penasaran dengan model angkutan baru di Jakarta itu, sehingga ia dan beberapa teman memutuskan naik angkutan itu.
"Memang kapasitasnya lebih banyak dibandingkan bajaj, bisa memuat lima orang termasuk sopir, tetapi kalau harganya terpaut jauh, lebih baik saya naik bajaj atau taksi yang lebih nyaman," ujarnya.
Sementara itu Iman, seorang warga Cipulir mengatakan ia pernah satu kali menaiki kancil dan tidak berminat kembali menaiki angkutan itu.
"Waktu itu saya naik kancil karena amat penasaran terhadap angkutan baru itu, tetapi ternyata tidak terlalu nyaman, terutama kalau matahari sedang terik, udara di dalam kancil jadi amat panas," katanya.
Menurut dia, selain panas, tarifnya juga lebih mahal dibandingkan bajaj. Walaupun rasanya hampir sama dengan kendaraan impor India itu.
Sedangkan, Danu, warga Kalimalang mengatakan ia amat jarang melihat kancil beroperasi di jalan.
"Saya pernah dua kali naik kancil, dan itu bersama teman saya yang amat penasaran dengan angkutan itu. Sesudah itu saya tidak pernah naik lagi karena memang jarang melihat di jalan," katanya.
Menurut Danu, ia tidak berpikir untuk naik kancil lagi, karena tidak lebih nyaman dari bajaj.
"Saya lebih baik naik bajaj, lebih murah dan udara dari luar bebas masuk sehingga suhu tidak panas. Walaupun asapnya membuat polusi udara di Jakarta bertambah," ujarnya.
Sementara itu, Yudi, seorang sopir kancil mengatakan tarif kancil lebih mahal dibandingkan bajaj karena pengeluaran bensin untuk angkutan roda empat itu lebih boros dibandingkan bajaj.
"Bajaj membutuhkan bensin lebih irit dibandingkan kancil, karena mesin bajaj dan kancil berbeda. Sehari saya mengeluarkan Rp 65 ribu untuk membeli bensin bagi kancil saya ini sehingga mau tidak mau, saya harus memasang tarif lebih tinggi dibandingkan bajaj,"kata dia (*/rit)