< >

Jelang Peringatan Setahun MoU, Hotel Aceh Penuh

Sabtu, 12 Agustus 2006 13:01
Kapanlagi.com - Jelang peringatan setahun penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) damai antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), 15 Agustus 2006, kamar hotel dan losmen di Kota Banda Aceh penuh dipesan para tamu dari luar Aceh dan luar negeri.

Seorang petugas bagian resepsionis Sultan Hotel, Ais, di Banda Aceh, Sabtu (12/08), menyatakan kamar penginapan ditempat ia bekerja itu sudah penuh dipesan para tamu luar Aceh untuk tanggal 13 hingga 16 Agustus 2006.

"Seluruh kamar hotel kami jauh-jauh hari telah dibooking para tamu yang akan berkunjung ke Aceh untuk beberapa hari sejak 13 Agustus 2006, termasuk kalangan pekerja pers (wartawan)," katanya.

Sementara resepsionis hotel Medan Kota Banda Aceh, Dewi, juga mengatakan kamar sebanyak 80 unit sudah penuh dpesan untuk beberapa hari mendatang.

Seorang warga, Ali R, menyatakan pihaknya sulit memperoleh kamar hotel dan losmen yang dipesan temannya dari Jakarta yang akan berkunjung ke Kota Banda Aceh untuk beberapa hari mendatang karena seluruh penginapan di daerah penuh.

"Saya sudah mendatangi semua hotel dan losmen di Kota Banda Aceh untuk membooking kamar, namun para resepsionis menyatakan telah penuh," katanya seraya menambahkan beberapa hotel yang sebelumnya banyak kamar kosong, namun untuk beberapa hari mendatang semua penuh.

Penuhnya kamar hotel dan losmen di Banda Aceh diperkirakan terkait dengan penyambutan acara puncak peringatan detik-detik setahun penandatanganan MoU Helsinki yang akan dihadiri mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtasaari, Wapres Jusuf Kalla dan Malek Mahmud (petiggi GAM di luar negeri).

Acara puncak peringatan setahun MoU Helsinki itu akan dipusatkan di pendopo (rumah dinas) gubernur NAD dan halaman depan Masjid Baiturrahim, Ulee Lhue, Kota Banda Aceh.

Ratusan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik nasional dan luar negeri dipastikan meliput rangkaian kegiatan setahun MoU Helsinki.

Penandatanganan MoU Helsinki pasca musibah gempa dan tsunami, 26 Desember 2004, yang merenggut lebih 200.000 jiwa penduduk Aceh itu merupakan awal kesepakatan bersama mengakhiri konflik bersenjata antara Pemerintah dengan GAM yang telah berlangsung puluhan tahun sejak 1976. (*/rit)