< >

Penurunan BI Rate Diharap Berlanjut Hingga Single Digit

Senin, 14 Agustus 2006 15:01
Kapanlagi.com - Perbankan Syariah berharap penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) turun hingga "single digit", sehingga dapat menggerakkan sektor riil.

"Kita berharap BI melanjutkan penurunan suku bunga sehingga layanan perbankan khususnya perbankan syariah bisa lebih ekspansif," kata Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), Wahyu Dwi Agung, di sela Seminar Perbankan Syariah, di Jakarta, Senin.

Sebelumnya pemerintah menurunkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 11,75%.

"Suku bunga BI Rate kalau bisa berkisar antara 8-9%. Layanan deposito syariah selama ini tidak bisa bergerak karena ada batasan suku bunga tidak lebih dari 10%, sementara deposito perbankan konvensional bisa mencapai 12%," ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, dengan penurunan BI Rate pertumbuhan total aset industri perbankan syariah juga diharapkan bisa tumbuh rata-rata hingga 60%.

Hingga akhir 2005 aset syariah Rp20,88 triliun, diharapkan pada akhir 2006 mencapai sekitar Rp33,6 triliun.

Ia menjelaskan, seiring perkembangan industri syariah, akan ada revisi-revisi target, akibat pencapaian kinerja yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia, Harisman mengatakan penurunan suku bunga akan mendorong sektor riil sehingga dapat juga memicu pertumbuhan dana pihak ke tiga (DPK) bank syariah.

"Penurunan suku bunga juga bisa mendorong peningkatan pembiayaan bagi hasil," kata Harisman.

Ia juga menyoroti akan terjadi pertumbuhan "office chaneling" (layanan syariah di perbankan konvensional--red), dari 300 layanan syariah pada Juni 2006 menjadi sekitar 500 unit "office chaneling" pada akhir 2006.

Hingga periode Mei 2006, DPK bank syariah mencapai Rp15,84 triliun, sementara pada akhir 2005 Rp15,58 triliun.

Selama semester I 2006, laba tahun berjalan mencapai Rp139,5 miliar, rasio kecukupan modal (CAR) 12,54%, sementara rasio pembiayaan bermasalah (NPF) hanya 4,2%. (*/rit)