< >

Anggota Parlemen AS Bantah Argumen Perang di Irak Lindungi AS

Senin, 14 Agustus 2006 16:26
Kapanlagi.com - Seorang anggota senior parlemen AS telah menampik argumen pemerintah Geroge W. Bush bahwa perang di Irak mempermudah upaya untuk melindungi Amerika Serikat dari serangan pelaku teror, dan mengatakan itu malah terbukti menyedot dan mengeringkan sumber daya negeri tersebut.

"... Itu hanya lah cara berputar yang lain. Itu mengalihkan perhatian kita. Itu menyedot sumber daya kita," kata Senator dari Partai Demokrat dan calon presiden dalam pemilihan umum 2008 Russel Feingold dalam acara "Sunday Talk Show".

"Saya kira Osama bin Laden dan semua letnan serta simpatisannya benar-benari mengarik perhatian sehingga kita terus berada di Irak untuk waktu yang tak pasti, sementara mereka melakukan operasi ini dan memerintahkan yang lain melancarkan operasi di tempat lain dari Indonesia sampai Turki, Madrid dan hingga London," katanya.

"Kita masuk ke dalam perangkap mereka dengan menyampaikan komitmen tanpa batas di Irak. Itu telah membuat kita jadi lebih lemah. Sudah tiba waktunya untuk mengakui itu dan memusatkan perhatian pada jenis keadaan yang terungkap pekan ini," kata anggota parlemen dari Wisconsin.

Feingold juga menegaskan bahwa Gedung Putih dapat memiliki keluwesan dalam mekanisme pengamatan dan penyadapan tapi itu harus dilakukan dalam batas-batas hukum dan pemerintah tak dapat menyusun sendiri hukum.

"Saya mendukung penyadapan pelaku teror. Saya sama sekali tak mempunyai masalah dengan itu. Saya hanya berpendapat itu mesti dilakukan dalam kerangka hukum ... saya hanya ingin Gedung Putih berhenti membuat hukum mereka sendiri ... karena saya kira orang Inggris melakukan apa yang mereka lakukan berdasarkan hukum Inggris," katanya.

Feingold menolak untuk membahas aspekn intelijen dari Rencana London saat ini, karena itu berkaitan dengan operasi di dalam AS tapi mengatakan "benar-benar" tak ada yang menunjukkan bahwa pemerintah harus melampaui apa yang ditulis sebagai Peraturan Pengawasan Intelijen Asing.

"Semua yang ingin kita kerjakan, dapat kita kerjakan dalam peraturan itu," kata anggota parlemen tersebut.

Mengenai program Lembaga Keamanan Nasional, Feingold mengatakan ia terbuka bagi usul bagi perubahan tapi bukan agar pemerintah secara sewenang-wenang membuat hukum sendiri sebagaimana dikehendakinya.

"... Gedung Putih terlalu dihantui oleh perluasan kekuasaan eksekutif dan bukan secara layak memusatkan perhatian pada jenis ancaman teroris ini di seluruh dunia. Mereka mesti lebih memusatkan perhatian pada ancaman, bukan berusaha memperluas kekuasaan eksekutif," kata anggota parlemen tersebut. (*/cax)