"Kami sangat antusias ketika kami didekati dan Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono-red.) mengatakan Indonesia tertarik untuk mengirimkan pasukannya namun kami tidak mengumumkan ini ke publik karena itu bukanlah pasukan kami melainkan pasukannya PBB," katanya kepada pers di Jakarta, Rabu (16/08).
Dalam jumpa pers yang berlangsung di rumah dinasnya yang asri di kawasan Taman Suropati, Jakarta Pusat itu, Dubes Pascoe mengatakan, masalah pengiriman pasukan Indonesia ke Lebanon merupakan masalah PBB sehingga keputusannya pun harus diambil badan dunia itu.
"Kami fikir itu harus menjadi sebuah keputusan PBB," katanya.
Menurut Dubes Pascoe yang dalam konferensi pers itu antara lain didampingi Atase Pers Kedubes AS di Jakarta, M.Max Kwak, kebijakan baru Pemerintah Indonesia itu tampak jelas dalam konteks bahwa Indonesia memberikan peranan yang positif di dunia.
Terkait dengan rencana pengiriman seribu personel TNI ke Lebanon dalam kerangka United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) itu, pemerintah dan parlemen sedang menyiapkan dua alternatif pengadaan dana untuk mendukung pengiriman pasukan tersebut menyusul keluarnya Resolusi PBB Nomor 1701 tentang gencatan senjata bagi Israel dan Hizbullah.
Menko Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Widodo Adi Sucipto, mengatakan, pengadaan anggaran untuk pengiriman dan dukungan logistik TNI yang akan bertugas di Lebanon selama enam bulan hingga satu tahun itu tidak akan mengganggu Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN) 2007.
Sebelumnya, Menko Perekonomian, Boediono, mengatakan, ia belum mengetahui sumber dana bagi pengiriman seribu personel TNI ke Lebanon itu.
Ditemui sesaat sebelum memasuki ruang rapat paripurna DPR-RI dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, Rabu pagi, ia mengatakan, anggaran bagi pengiriman pasukan TNI itu seharusnya sudah diajukan karena hal itu sudah menjadi komitmen Indonesia untuk membantu pemeliharaan perdamaian di Lebanon.
Hanya saja, ia mengaku belum mengetahui sumber dana itu, terlebih lagi setelah jumlah personel yang akan dikirim meningkat dari 850 menjadi 1.000 orang.
Untuk 850 orang personel dan peralatan pendukungnya saja, Pemerintah RI dilaporkan harus mengeluarkan dana sebesar Rp300 miliar.
Sehari sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono, mengatakan, jumlah pasukan TNI yang akan bertugas di negara yang sebagian wilayahnya porakporanda akibat perang dan agresi Israel yang berlangsung dari 12 Juli sampai 14 Agustus 2006 itu ditambah dengan melibatkan personel TNI dari satuan satuan Zeni.
"Tambahan personel itu berasal dari satuan Zeni, mengingat banyak reruntuhan bangunan yang harus kita pindahkan," katanya.
Dengan penambahan jumlah personel itu, lanjut Menhan, pihaknya akan meminta tambahan anggaran bagi keperluan logistik dan dukungan peralatan serta senjata bagi pasukan TNI yang akan bertugas enam bulan hingga satu tahun di Lebanon.
"Tapi, belum tahu berapa anggaran yang dibutuhkan, yang jelas kita akan segera ajukan," ujar Juwono.
Untuk menjalankan misi ini, TNI telah menyiagakan satu Batalyon Mekanis berkekuatan 850 personel terdiri atas Mabes TNI 15 orang, TNI AD (576 orang), TNI AL (221 orang) dan TNI AU 37 orang, untuk diberangkatkan ke Lebanon sebagai bagian dari pasukan pemelihara perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara itu, peralatan materiilnya terdiri atas empat unit Panser Komando (V-150 CO), empat unit Panser Angkut Personel (V-150 AP), 12 unit Panser Intai (V-150 Tai), 14 unit Panser Serbu (VAB) dan 12 unit Panser Serbu (Panhard).
Selain itu, satu unit Jeep Kia, satu unit Tangki Air, dua unit Taft GT (Jeep), sepuluh unit Truck Isuzu dan dua unit Kendaraan Pemeliharaan (Ranhar).
Tidak itu saja, TNI juga menyertakan, 12 unit (BTR-80 A), satu unit alat berat Back Loader, satu unit Foklift (AT), sepuluh unit Truck Liaz, satu unit Kendaraan Bengkel (Ranbeng), dua unit Ambulance, tiga unit Jeep Kia dan satu unit Tangki BBM.
Selain Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam juga berjanji untuk mengirimkan pasukannya masing-masing 850 hingga 1.000 dan 200 orang personel. (*/lpk)