"Saya rasa rencana itu bagus namun yang terpenting harus dipikirkan adalah upaya pengendalian harga-harga sebelum realisasi kenaikan gaji PNS," katanya di Jakarta, Jumat.
Kesejahteraan PNS, kata Din, sudah seharusnya dipikirkan, terutama bagi golongan rendah. Para pegawai honorer juga seharusnya mendapat perhatian sebab banyak diantara mereka yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun namun tingkat kesejahteraannya rendah. "Kesejahteraan rakyat harus diperhatikan. Jadi saya rasa kenaikan gaji itu program yang bagus," katanya.
Din yang belum lama ini menggelar Forum Perdamaian Dunia 2006 yang dihadiri puluhan tokoh lintas agama ini mengatakan selama ini pemerintah menyampaikan rencana kenaikan gaji PNS jauh-jauh hari sebelum adanya realisasi.
Dalam rentang waktu tersebut harga-harga barang dan kebutuhan pokok terlanjur merambat naik. "Kalau gaji PNS naik diikuti kenaikan harga kebutuhan masyarakat maka kenaikan gaji itu tidak akan terasa bagi masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pada 2007 pemerintah sudah menganggarkan dana untuk menaikkan gaji PNS, uang makan serta lauk pauk TNI dan Polri.
Presiden Yudhoyono menyampaikan hal itu pada Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia serta Keterangan Pemerintah atas RUU tentang RAPBN 2007 beserta Nota Keuangannya di depan rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (16/8).
Dijelaskannya, sebagai bagian dari dukungan APBN terhadap program reformasi birokrasi, akan dialokasikan kenaikan 23,3% anggaran belanja pegawai dalam tahun 2007.
Dalam perhitungan belanja pegawai antara lain ditampung peningkatan gaji pokok aparatur negara dan pensiunan, pembayaran gaji dan pensiun bulan ketiga belas, perbaikan tunjangan struktural dan beberapa tunjangan fungsional, peningkatan tunjangan profesi guru dan dosen.
Selanjutnya, juga ditampung anggaran gaji bagi 50.000 orang PNS pusat baru yang sebagian besar berasal dari pegawai honorer, kenaikan uang makan dan lauk pauk bagi anggota TNI dan Polri sekitar 20% dan peningkatan iuran pemerintah untuk membantu perbaikan pelayanan kesehatan kepada pegawai dan pensiunan.
PNS Sambut Baik
Sementara itu sejumlah PNS di Jakarta mengaku senang dengan rencana pemerintah menaikkan gaji mereka asalkan harga kebutuhan pokok seperti beras, sayuran, gula, dan kebutuhan lainnya tidak ikut naik.
Seorang guru SD, Hariati (40), mengatakan kebutuhan pokok semakin meningkat setelah lebaran dan tahun baru. Dengan kenaikan gaji PNS pada 2007, ia berharap uang itu bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan rumah tangga.
"Ya berapa pun kenaikannya harus tetap disyukuri. Apalagi dengan kondisi ekonomi yang sulit seperti sekarang. Mendengar presiden mengumumkan rencananya saja saya sudah senang," katanya.
Seorang tenaga honorer di Pemerintah Kota Jakarta Timur, Adit (26), mengatakan ia mengetahui rencana pemerintah itu namun hal itu tidak membawa pengaruh apapun padanya. "Saya hanya tenaga honorer yang setiap hari membersihkan taman-taman dan jalur hijau. Honor saya juga minim," katanya. (*/erl)