< >

RI Galang Dukungan Afrika Bagi Keanggotaan di DK-PBB

Jum'at, 18 Agustus 2006 22:03
Kapanlagi.com - Utusan Khusus Pemerintah RI, Eddy Pratomo baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke Senegal dan Mali dalam rangka menggalang dukungan dari kedua negara yang relatif berpengaruh di Afrika itu bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) periode 2007-2008.

Siaran Pers Kepala Kanselerai KBRI Dakar, Arifi Saiman, Jumat menyebutkan, selama berada di Dakar, Utusan Khusus Pemerintah RI itu melakukan pertemuan dengan Sekjen Kementerian Luar Negeri Senegal Dubes Claude Absa Diallo dan Penasehat Diplomatik Presiden Republik Senegal Dubes Pierre Diouf serta Direktur Kabinet Kementerian Luar Negeri Senegal Dubes Mankeur Ndiaye.

Pertemuan dengan kalangan pejabat tinggi Pemerintah Senegal tersebut membuahkan hasil yang baik, menyusul adanya tanggapan positif dari pihak Senegal untuk mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota Tidak Tetap DK PBB periode 2007-2008.

Pernyataan dukungan yang sama diperoleh Eddy Pratomo dalam kunjungannya di Mali sebagaimana terungkap dalam pertemuannya dengan Direktur Kabinet Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Republik Mali Dubes Mahamane Maiga yang berlangsung di kantor Kementerian Luar Negeri setempat.

Sisi lain dari keberhasilan misi kunjungan Utusan Khusus Pemerintah RI ke Senegal dan Mali itu ditandai dengan adanya pernyataan komitmen politik kedua negara untuk menggunakan pengaruh mereka di kawasan Afrika, khususnya di kalangan negara-negara francophonie (berbahasa Perancis) untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota Tidak Tetap DK PBB periode 2007-2008.

Penugasan seorang utusan khusus ke Senegal dan Mali itu sendiri mencerminkan kesungguhan Pemerintah Indonesia dalam mencari dukungan kedua negara yang bersangkutan untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota Tidak Tetap DK PBB periode mendatang.

Dalam kunjungan di Senegal dan Mali, Utusan Khusus Pemerintah RI juga memanfaatkan kesempatan untuk memperbaharui permintaan dukungan Pemerintah RI kepada Pemerintah Senegal dan Pemerintah Mali bagi pencalonan Dubes Nugroho Wisnumurti sebagai anggota International Law Commission (ILC) periode 2007-2011 dan pencalonan kembali Indonesia sebagai anggota International Telecommunication Union (ITU) periode 2006-2010.

Disebutkan, Eddy Pratomo berhasil menjalankan misi diplomatik ke Senegal dan Mali dengan baik, karena faktor dukungan penguasaan substansi yang baik dan latar belakang pengalaman multilateralnya sebagai seorang lobbyist (pelobi).

Keberhasilan misi pendekatan kepada Pemerintah Senegal dan Pemerintah Mali tersebut secara politis juga tidak terlepas dari pentingnya arti pengiriman seorang utusan khusus ke suatu wilayah akreditasi tertentu dalam rangka mendukung efektivitas pendekatan dan penggalangan dukungan yang dilakukan oleh perwakilan RI setempat, dalam hal ini perwakilan RI di Dakar, Senegal. (*/lpk)