"Saya berharap Anda semua, petugas Puskesmas, bisa menjadi duta untuk menyampaikan informasi tentang flu burung," katanya di Jakarta, Jumat malam, usai menyerahkan penghargaan kepada 129 tenaga kesehatan teladan dari berbagai Puskesmas di Indonesia.
Sebab, ia melanjutkan, meski pemerintah sudah menyebarkan selebaran dan menayangkan iklan layanan masyarakat tentang flu burung di media cetak dan elektronik namun hingga kini masih banyak anggota masyarakat yang belum mengetahui informasi tepat mengenai penyakit mematikan itu.
"Berikan informasi yang benar dan bilang kepada masyarakat agar melaporkan setiap kematian unggas di lingkungannya kepada Dinas Peternakan setempat supaya bisa segera ditindaklanjuti," katanya.
Dia menjelaskan pula bahwa jika masyarakat mengetahui informasi yang benar tentang flu burung maka pemantauan penyakit (surveilans) akan berjalan dengan baik.
Kasus-kasus flu burung pada unggas, kata dia, akan lebih cepat ditemukan sehingga penularan virus influenza tipe A subtipe H5N1 pada manusia bisa dicegah.
Ia menambahkan pula bahwa dengan kapasitas surveilans yang kuat kasus infeksi AI pada manusia juga akan ditemukan secara dini dan bisa segera ditangani sehingga tidak berakibat fatal.
Menteri Kesehatan mengemukakan hal itu karena hingga saat ini kasus flu burung pada unggas dan manusia secara bergantian muncul di berbagai daerah di Indonesia.
"Saat ini unggas pada 28 provinsi dinyatakan sudah terinfeksi flu burung dan kasus flu burung pada manusia sudah menyebar di 18 provinsi," tambahnya.
Jumlah kasus yang dinyatakan positif flu burung menurut pemeriksaan laboratorium nasional tercatat sebanyak 60 kasus dan 46 di antaranya menyebabkan kematian. (*/rit)