Kepala Divisi Humas Lapindo Brantas Inc, Yuniwati Teryana, di Surabaya, Kamis (24/08), mengemukakan, hasil uji sampel air di Laboratorium PU Bina Marga menunjukkan bahwa kandungan logam berat, DO, dan phenol dalam air tambak sesuai baku mutu yang ditentukan dalam PPRI Nomor 82 Tahun 2001.
Sample air diambil dari tambak milik H. Sutoyo dan H. Tohari yang terletak tidak jauh dari Kali Aloo di Desa Penatar Sewu, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
"Kami (Lapindo) terus berupaya melakukan pemantauan setiap pekannya terhadap kualitas air di sekitar luapan lumpur, termasuk tambak udang sekitar Kali Aloo," ungkap Yuniwati.
Lapindo Brantas Inc bersama Laboratorium PU Bina Marga telah meneliti dan memonitor kualitas air tambak secara berkala setiap minggu.
"Laporan hasil penelitian per tanggal 18 Juli 2006 menunjukkan, tidak diketemukannya phenol dalam air tambak milik H. Tohari dan H. Sutoyo," tegasnya.
Tingkat oksigen terlarut (DO) juga cukup bagus, dengan kisaran antara 7,2?10 mg/liter dan 8,2?11 mg/liter di kedua tambak tersebut.
Pemilihan tambak milik H. Tohari dan H. Sutoyo diambil sebagai sampel uji laboratorium, karena tempatnya paling dekat dengan aliran Kali Aloo, sehingga paling memungkinkan terkontaminasi terlebih dulu jika terjadi pencemaran di Kali Aloo.
"Jika kedua tambak tersebut tercemar maka kemungkinan tambak lain juga tercemar. Namun, jika air kedua tambak tersebut aman maka bisa dipastikan tambak-tambak yang lain juga aman. Kandungan logam berat di air tambak juga telah memenuhi baku mutu. Jadi, udang hasil tambak di Sidaorjo logikanya aman dikonsumsi," ucapnya.
Saat ini, Lapindo sedang membangun jaringan pipa sepanjang 20 km dari pond (kolam penampungan) menyusuri kali Porong hingga pesisir Sidoarjo (laut), untuk membuang air lumpur yang terlebih dulu diproses secara treatment (penjernihan). (*/rit)