"Kebijakan pemerintah tentang konversi minyak tanah ini akan tetap dijalankan meski ditemui banyak kendala dalam implementasi di lapangan. Perencanaan konversi tersebut akan efektif pada tahun 2012, dan pelaksanaannya akan di jalankan secara bertahap," kata Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, di sela-sela menghadiri acara Porseni di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan, persiapan konversi minyak tanah masih terus berjalan. Kini pengadaan kompor gas yang di pegang oleh Kementerian usaha kecil dan menengah (UKM) masih dalam tahap pengerjaan, katanya.
Pernyataan mengenai pengadaan kompor gas tersebut dikatakan pula oleh Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali Jumat (25/8). "Program konversi energi minyak tanah ke gas elpiji tetap berjalan dan hingga kini tidak ada keputusan soal pembatalan atau penghentian tender pengadaan 420 ribu kompor gas," katanya.
Selain itu, kini 24 perusahaan telah lolos babak prakualifikasi, namun untuk proses penawaran harga masih terhambat karena belum jelasnya anggaran pengadaan kompor gas tersebut. Sedangkan untuk anggaran pengadan kompor gas itu, dibutuhkan dana sekitar Rp60 miliar.
Selain itu, persiapan lain seperti penyediaan tabung gas, kata Purnomo, masih dalam tahap pengerjaan oleh Pertamina. Sedangkan untuk ukuran tabung gas tersebut, Pertamina hanya menyediakan tabung gas bervolume tiga kilogram.
Untuk dana yang dibutuhkan dalam pengadaan tabung gas tersebut, PT Pertamina (Persero) meminta pemerintah memberikan subsidi harga elpiji Rp2.500 sebagai konsekuensi menjalankan program pengalihan minyak tanah ke elpiji.
Menurut dia, Pemerintah saat ini masih terus mendorong para pelaksana pengadaan barang, agar kebijakan konversi minyak tanah itu dapat berjalan dengan cepat.
Sementara itu, Pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM sedang gencar mengadakan sosialisasi kepada masyarakat guna meminimalisir kontradiksi dalam penerapan kebijakan konversi tersebut.
Perencanaan mengenai implementasi konversi di lapangan, katanya, masih dalam persiapan, dan hal itu sudah dipaparkan dalam sidang kabinet Jumat lalu (25/8) yang salah satunya membahas tentang kebijakan konversi minyak tanah tersebut.
Sementara itu, untuk mengatasi keberatan warga atas kebijakan konversi minyak tanah, pemerintah sudah melakukan antisipasi dengan cara menyiapkan kompor elpiji gratis serta pengadaan tabung gas elpiji yang berukuran sekitar tiga kilogram. Tujannya agar harga jual gas tidak terlalu tinggi. "Pengadaan kompor dan gas elpiji secara gratis itu diambil dari dana subsidi minyak tanah," kata Punomo.
Menurut dia, pengalihan subsidi minyak tanah ke elpiji yang dialokasikan Rp68,5 triliun itu, tidak akan membengkakkan besaran subsidi tahun anggaran 2007. (*/erl)