< >

Importir Eropa Dan Negara Pasifik Berebut Beli Kerajinan Bali

Rabu, 30 Agustus 2006 10:05
Kapanlagi.com - Importir asal Uni Eropa bersaing dengan negara-negara Pasifik untuk membeli aneka hasil kerajinan dan pakaian jadi (garmen) buatan Bali untuk dijual kembali di negeri masing-masing.

"Konsumen Eropa mengimpor barang nonmigas Bali bernilai US$70.4 juta (Januari-April) 2006, sedangkan negara Pasifik seharga US$64,6 juta periode yang sama," demikian laporan Disperindag Bali, di Denpasar, Rabu.

Dari 57 negara pembeli barang bernilai seni buatan perajin Bali, selama empat bulan pertama 2006 sudah menghasilkan devisa US$145,7 juta, sebanyak US$135 juta diantaranya dibeli konsumen dari dua kawasan itu.

Konsumen dari Eropa yang membeli produk nonmigas Bali tersebut, Italia yang merupakan pembeli terbesar selama empat bulan pertama 2006 seharga US$18,2 juta, menyusul Perancis bernilai US$15,5 juta dan Spanyol seharga US$9,7 juta.

Sementara diantara negara Pasifik, Amerika Serikat pembeli terbesar selama ini, yakni bernilai US$33,2 juta (Januari-April) 2006, menyusul Jepang seharga US$11,2 juta, dan Australia seharga US$6 juta.

Potensial

Manajer pemasaran sebuah usaha pakaian jadi di Bali, Sumiati menilai, pasar Eropa untuk tahun 2006 dan dimasa mendatang masih potensial, mengingat perekonomian negara itu, lebih berkembang jika dibandingkan negara lainnya.

"Namun pengusaha tetap membina pasar di AS dan harus mampu memperluas dengan sepakterjang lebih gencar ke Eropa yang pertumbuhan ekonominya lebih baik," katanya tanpa bersedia menyebutkan prospeknya lebih terinci.

Promosi lewat pameran dagang bertaraf internasional harus lebih banyak diikuti pengusaha daerah ini di luar negeri, dengan harapan mampu mendapatkan mitra dagang baru dari negara-negara potensial terutama di Eropa.

Ia menggambarkan, pengusaha Bali sering mengikuti pameran di luar negeri walaupun hanya mengirimkan barang dagangan saja ditambah beberapa brosur sebagai sarana promosi dan kondisi itu bermanfaat besar bagi pengusaha Bali. (*/rit)