< >

Ekspor Bali ke Rusia Tembus US$546 Ribu

Jum'at, 01 September 2006 17:08
Kapanlagi.com - Realisasi ekspor nonmigas Bali ke Rusia caturwulan pertama 2006 bernilai US$546 ribu, demikian laporan yang dikutip dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan daerah itu di Denpasar Jumat (01/09).

Perdagangan luar negeri itu diharapkan akan lebih meningkat jika dibandinkan periode tahun 2005 yang mencapai hanya US$1,9 juta, karena aneka barang kerajinan buatan seniman pulau Dewata semakin gencar memasuki pasar Rusia.

Kerajinan Furniture yang dibuat jenis antik berbahan baku kayu yang dipadukan dengan batok kelapa, batu, kerang dan kaca banyak memasuki pasaran ekspor termasuk memenuhi permintaan konsumen Rusia.

Furniture yang dibuat antik perajin Bali itu berupa meja, kursi, lemari yang serasi dipajang di ruang tamu atau perkantoran, kata Ida Ayu Rusmini, petugas pemasaran usaha kerajinan meubel dan furniture di Denpasar.

Membuat meja atau kursi yang ditempeli batok kelapa berukuran kecil sangat disenangi konsumen luar negeri, seperti Eropa, AS, Australia termasuk Rusia. "Kami sudah beberapa kali mengapalkan barang seni ke Rusia," katanya.

Ia tidak bersedia menyebutkan berapa nilai ekspor yang dilakukan perusahaannya ke mancanegara termasuk ke Rusia tahun 2006. "Pokoknya ekspor meubel jenis antik dari Bali setiap tahunnya meningkat terus," katanya serius.

Gencar aneka barang kerajinan Bali ke Rusia belakangan ini, berkat importir setempat semakin bersemangat membeli langsung dari Bali, tidak lagi seperti tempo dulu yang dikapalkan lewat negara ketiga sehingga harang mahal.

Patung Kuda berbahan baku kayu banyak dipesan para konsumen mancanegara seperti Amerika Serikat, Australia termasuk dari Rusia, tutur Wayan Suma, perajin sekaligus pengusaha eksportir lainnya di Bali.

Sejumlah pengusaha asal negeri Beruang putih itu, sebenarnya berupaya bisa membeli langsung aneka barang Souvenir buatan masyarakat pulau Dewata, namun belum banyak bisa berbuat akibat hubungan dagang kedua negara belum mulus.

Pengusaha Rusia akhirnya mendapatkan aneka barang kerajinan Bali lewat negara ketiga dalam upaya memenuhi permintaan konsumen setempat, tentu dengan harga dan jenis tidak sepenuhnya sesuai dengan kemauan pembeli negeri itu.

"Kami mulai mengirimkan aneka hasil kerajinan ke Rusia," kata Suma tanpa bersedia menyebutkan berapa banyak ekspor ke negeri itu, sebab baru tahap memulai dan perkenalan tentunya belum banyak sebagaimana diharapkan. (*/rit)