< >

Penumpang Busway Risih Halte Bus Kumuh

Jum'at, 01 September 2006 15:16
Kapanlagi.com - Pengguna bus Transjakarta (busway) menyatakan tidak nyaman menunggu di halte bus yang kumuh selama dua bulan terakhir (Juli-Agustus).

Warga Pasar Baru Jakarta Pusat, Ali (34), Jumat, mengatakan sampah basah dan sampah kering yang menumpuk di sudut halte dan sepanjang jembatan penyeberangan sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

"Terutama di shelter yang ramai penumpang seperti Bendungan Hilir, Cempaka Mas, dan Halte Gelora Bung Karno. Angin menerbangkan sampah yang telah membusuk sehingga membuat calon penumpang tak nyaman berjalan di jembatan dari atau menuju shelter," katanya.

Karyawan swasta yang berkantor di salah satu gedung di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Andre (27), mengatakan sudah beberapa bulan terakhir ini sampah menumpuk di halte Gelora Bung Karno.

"Padahal sudah berkali-kali saya telepon ke nomor pengaduan pelanggan 7228727 dan juga pada petugas di halte, tetapi tetap saja haltenya kumuh," katanya.

Bus Transjakarta adalah jenis bus angkutan umum yang memiliki jalur khusus yaitu "Busway" sehingga relatif bebas dari kemacetan, menggunakan sistem tersambung (connecting) dengan rute lain, terdapat fasilitas pendingin ruangan (AC), dan di setiap tempat tujuan terdapat halte.

Halte yang kumuh dan tak terawat juga ada di Pecenongan, Blok M, Kalideres, dan Sawah Besar.

Secara terpisah Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Bambang Gardjito mengakui pada Juli dan Agustus memang tidak ada petugas kebersihan yang berada di halte karena masa kerja mereka tersebut berakhir pada awal Juli.

"Karena tidak ada petugas kebersihan maka petugas di shelter yang kami haruskan membersihkan shelter seminggu sekali, yakni pada setiap Jumat," katanya.

Bambang mengatakan untuk mengatasi kekurangan karyawan, BLU Transjakarta melakukan tender lelang pengadaan karyawan pada awal Agustus yang memakan waktu hingga akhir Agustus.

Pengumuman pemenang tender dilakukan pada 31 Agustus dan terdapat tiga pemenang tender yaitu CV Usaha Mandiri Sejahtera untuk petugas kebersihan koridor I, CV Abdi Nusa untuk petugas kebersihan di koridor II, dan CV Dana Simba untuk petugas kebersihan di koridor III.

"Karena kebutuhan karyawan bagian kebersihan mendesak maka 1 September mereka langsung mulai bekerja," katanya.

Secara terpisah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta yang membidangi Perhubungan dan Transportasi Sayogo Hendrosubroto mengatakan BLU Transjakarta harus segera membenahi pelayanan kepada masyarakat.

"Para pemenang tender juga harus melakukan kerja maksimal untuk menjaga citra bus Transjakarta. Jangan sampai mereka memperkerjakan karyawan yang belum terlatih," katanya.

Sementera itu sejumlah petugas kebersihan hari Jumat (1/9) mulai tampak melaksanakan tugasnya di setiap halte. Di halte kecil misalnya Kwitang, Galur, Tosari, ditempatkan satu petugas, sedangkan di halte kedatangan yang tempatnya lebih luas seperti Blok M dan Kelideres ditempatkan tiga orang.

Total jumlah halte di tiga koridor bus saat ini sebanyak 63 unit dengan jumlah total petugas kebersihan sebanyak 60 orang. (*/rit)