< >

Rendahnya Inflasi Belum Tentu Dorong Penurunan BI Rate

Jum'at, 01 September 2006 20:30
Kapanlagi.com - Pengamat ekonomi Aviliani mengatakan, rendahnya infilasi bulan Agustus (0,33%) belum tentu akan menyebabkan suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI rate turun karena BI juga akan memperhatikan nilai tukar rupiah.

"Inflasi memang cenderung turun. Tidak akan terjadi kenaikan. Tapi suku bunga BI belum tentu turun," katanya, di Jakarta, Jumat (01/09).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Inflasi Agustus 2006 sebesar 0,33%, sedangkan inflasi tahun kalender (Januari 2006 terhadap Agustus 2006) sebesar 3,67% dan inflasi YoY (Agustus 2005 terhadap Agustus 2006) tercatat 14,90%.

Aviliani mengatakan, saat ini dana asing yang masuk sebagian besar merupakan dana jangka pendek.

Jika jarak BI rate dengan suku bunga bank sentral AS The Fed terlalu kecil maka dana asing bisa lari, katanya. Saat ini BI rate 11,75% dan suku bunga The Fed 5,25%.

Ia mengatakan jarak yang cukup aman antara BI rate dan suku bunga The Fed adalah lima persen.

Ditanya pada Agustus, BI berani menurunkan BI rate sebesar 50%, ia mengatakan, karena perbedaan dengan The Fed masih cukup tinggi.

Oleh sebab itu ia tidak yakin BI rate bisa satu digit pada akhir 2006. "Mungkin sekitar 10 hingga 11%," katanya.

Lain halnya jika dana asing yang masuk merupakan dana jangka panjang, yang tidak mudah pergi walaupun perbedaan suku bunga kecil. (*/lpk)