Gapindo: Perikanan Lokal Berpotensi Terkuat di ASEAN

Kapanlagi.com - Daya saing produk perikanan lokal, terutama udang berpotensi menjadi terkuat di kawasan ASEAN selama lima tahun ke depan.

"Saat ini produksi udang Indonesia masih terbesar dan tidak ada pembatasan kuota dari negara manapun untuk ekspor," kata Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Perikanan Indonesia (GAPINDO), Johannes Kitono, di Jakarta, Jumat (01/09).

Data Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) pada 2005 menunjukkan total produksi udang Indonesia mencapai 300 ribu ton dan 2006 diperkirakan 350 ribu ton.

Menurut dia, pembatasan kuota oleh Amerika Serikat ke sejumlah negara penghasil produk perikanan yaitu Thailand, Vietnam, India dan China, merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk mengembangkan dan memperluas pasar ekspor.

Pada 2005 volume ekspor udang Indonesia sebesar 150 ribu ton dan ditargetkan meningkat pada 2006.

Dia mengatakan, sejumlah pihak termasuk pemerintah harus melihat itu sebagai peluang karena tidak selamanya negara-negara itu terkena pembatasan kuota.

"Jadi kita harus meningkatkan produk dan pelayanan sebelum para kompetitor mengancam peluang pasar yang terbuka lebar ini," katanya.

Menurut dia, produk perikanan lokal harus dijaga kesinambungannya, terjaga dari kontaminasi antibiotik dan zat-zat lain yang menyalahi standar organik yang ditetapkan negara tujuan ekspor.

"Kalau para petambak kita konsisten dengan itu bukan tidak mungkin kita dapat merajai pasar regional terutama ASEAN," katanya.

Dia mengatakan, dukungan pemerintah berupa bantuan modal dan infrastruktur yaitu listrik, jalan, dan air bersih di sejumlah sentra perikanan, misalnya Lampung dan Surabaya, juga diperlukan sehingga biaya operasional pemasaran dapat ditekan.

Untuk menjaga konsistensi produk perikanan lokal, pemerintah juga harus menyediakan bibit unggul dari hasil seleksi ketat sehingga mampu menghasilkan produksi yang stabil dan tinggi.

Dia mengatakan, petambak menghadapi sejumlah kendala misalnya kurang memadainya peralatan produksi dan pengetahuan tentang perikanan.

Sebagian besar petambak belum mengetahui cara budidaya yang efektif karena minimnya pengetahuan mereka tentang perikanan sehingga gagal panen kerap terjadi. (*/lpk)

©2003-2007 KapanLagi.com